Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID– Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya siap mendukung Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.
Menurutnya JFW dinilai terus melangkah maju sebagai gerakan ekonomi kreatif yang merayakan inovasi, keberagaman, dan evolusi gaya.
“Hal paling penting dari suatu festival fesyen yaitu impact terhadap desainer lokal dan pasar ekspor yang bisa dikembangkan ke negara-negara lain. Apalagi Kementerian Ekraf juga sudah punya program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang memastikan subsektor fesyen siap naik kelas,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi Chairwoman JFW, Svida Alisjahbana di Jakarta.
JFW menghubungkan ekosistem desainer dengan event-event internasional sekaligus mengangkat wastra Indonesia untuk skala global.
“Kami siap menghidupkan kembali kolaborasi misalnya bersama Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang pastinya mereka punya network atau calon sponsor juga sehingga bisa menguatkan pengembangan subsektor fesyen melalui inisiasi-inisiasi dari JFW secara berkelanjutan,” ungkap Riefky.
Kehadiran Kementerian Ekraf dalam puncak JFW 2026 pada November tahun lalu menjadi momentum kuat dalam menjaring kolaborasi lintas negara ASEAN. Dukungan dari lintas kementerian membuat JFW berhasil meningkatkan partisipasi ekosistem mode dengan total 619 publikasi dalam 8 hari cakupan media nasional dan internasional.
Dalam perluasan inovasi program untuk menjadikan Jakarta sebagai barometer fesyen Asia Tenggara, pengembangan talenta juga akan dilakukan melalui Jakarta Fashion Force Academy.
Selain itu, keberlanjutan partisipasi pameran internasional seperti Tranoi dan Premiere Vision Paris sampai Riyadh Fashion Week juga disinyalir membangun jembatan global kemitraan strategis.
Svida Alisjahbana mengatakan JFW menjadi the official partner dari Tranoi Paris dan Riyadh Fashion Week yang bisa dibayangkan kalau Indonesia berpartisipasi di sana akan mendapatkan pavilion khusus.
Adanya dukungan Kementerian Ekraf, pihaknya berharap bisa mendapat skenografi atau interior desain yang menarik perhatian untuk kesempatan event internasional tersebut.
“Nantinya, JFW akan mengkurasi strictly the designers yang siap mendunia dan mempunyai kapasitas dan koleksi yang kuat sehingga bisa menjadi bahan perbincangan dan mengundang order international buyer,” ucap Svida Alisjahbana.
Svida Alisjahbana juga meyakini bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif bisa mengembangkan para pemain subsektor fesyen untuk naik kelas, khususnya mengangkat wastra Indonesia ke pasar global.
“Kalau kita lihat, hulu dari fashion industry itu adalah wastra. Menjadi tantangan tersendiri untuk mengangkat wastra Indonesia mendunia yang membutuhkan proses kurasi, renovasi, dan marketing untuk diterima rumah-rumah mode dunia,” kata Svida Alisjahbana.




















