
Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID – Tohpati selepas sukses menghadirkan remake single populer “Semusim” bersama Nadhif Basalamah pada 21 November 2025 lalu, kini kembali merilis single remake lain.
Pilihan jatuh pada “Cinta Kita” yang dulu dinyanyikan oleh Reza Artamevia dan hits di tahun 2002. Tohpati kembali berkolaborasi dengan penyanyi muda yakni Fabio Asher untuk mengisi vokal di “Cinta Kita” versi terbaru ini.
“Lagu ini dulu pernah populer di tahun 2002. Dengan jarak yang begitu lama dari 2002 ke 2026, saya ingin tahu seperti apa hasilnya kalau dinyanyikan oleh penyanyi baru. Saat itu, saya terpikir untuk mengajak kerja sama Fabio Asher karena selain pernah berkolaborasi, ia juga jebolan berbagai ajang musik. Jadi, saya sudah tahu vokalnya seperti apa dan secara kualitas tidak perlu diragukan lagi,” ungkap Tohpati.
Bagi Fabio Asher, kolaborasi ini merupakan kesempatan berharga dalam kariernya sehingga ia tidak perlu berpikir dua kali saat tawaran ini datang.
“Awalnya Mas Perry dan Mas Iman dari WeCord menghubungiku, menginfokan kalau Mas Tohpati sedang mengerjakan remake lagu-lagu hits-nya dan tertarik untuk bekerja sama. Tanpa pikir panjang, tentu saja aku langsung mengiyakan kesempatan emas untuk bekerja dengan salah satu maestro musik Indonesia ini,” tuturnya.
Fabio pun mencoba menghadirkan pendekatan vokal yang personal, tanpa menghilangkan identitas lagu.
“Di versi remake ini, aku mencoba membawakannya dengan gaya vokal yang mungkin sedikit lebih ballad dibandingkan saat dibawakan oleh Teh Reza. Dengan sentuhan produksi yang lebih modern dari Mas Tohpati, lagu ini akan tetap terasa familiar, tapi memberikan pengalaman mendengar yang lebih fresh,” jelasnya.
Dari sisi aransemen, Tohpati memang tidak melakukan perubahan drastis pada struktur lagu, tapi sentuhan produksinya dibuat lebih megah dan modern.
“Saya tidak mau terlalu mengubah beat-nya karena memang tidak perlu. Tapi, aransemennya sekarang lebih grande, orkestrasinya juga dibantu Budapest Orchestra, jadi lebih powerful. Mood-nya juga jelas berbeda karena dulu vokalisnya perempuan, sementara sekarang laki-laki. Dari yang saya dengar, Fabio membawakannya dengan baik dan menyatu dengan musiknya. Kalau dibilang, ini pop Indonesia sekali,” ungkapnya.
Melantunkan lagu ini, Fabio merasakan tantangan tersendiri saat mengerjakan lagu ini.
“Aku merasa tertantang untuk tetap bisa menjaga roh dari versi orisinal ‘Cinta Kita’ karena itu yang membuatnya digemari. Lagu ini sudah punya tempat istimewa di hati banyak orang, jadi aku harus sangat berhati-hati agar pada saat menyanyikannya, esensinya tidak hilang.”
Sementara itu, bagi Tohpati, tantangan justru muncul saat ia dan Fabio melakukan diskusi, terutama soal arah aransemen.
“Sempat ada perdebatan kecil karena Fabio mengusulkan lagu ini dibuat lebih upbeat. Tapi, setelah dicoba, feeling saya tetap lebih cocok ballad. Akhirnya, aransemen kembali lagi ke ballad. Namun, di luar itu, proses pengerjaan single ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Setelah merilis dua single, “Semusim” dan “Cinta Kita”, apakah ini jadi semacam petunjuk bahwa album terbarunya nanti akan bergenre ballad?
“Saya tidak ingin isi album saya semua lagu mellow, harus ada variasi agar pendengar tidak bosan. Jadi, nanti ada lagu-lagu dengan beat cepat juga, salah satunya ‘Panah Asmara’ yang dulu dinyanyikan oleh Chrisye, kemudian Afgan,”
Tohpati dan Fabio sama-sama ingin “Cinta Kita” versi remake ini bisa menjadi jembatan antargenerasi.
“Harapan kami, single remake ini bisa menjadi jembatan antara generasi. Semoga pendengar lama tetap bisa merasakan nostalgia dan emosi yang sama, sementara pendengar baru bisa mengenal dan jatuh cinta pada lagunya. Yang paling penting, semoga lagu ini kembali hidup dan punya makna baru bagi siapa pun yang mendengarkan,” kata Fabio.
Setelah merilis dua single, “Semusim” dan “Cinta Kita”, apakah ini jadi semacam petunjuk bahwa album terbaru Tohpati nanti akan bergenre ballad?
“Saya tidak ingin isi album saya semua lagu mellow, harus ada variasi agar pendengar tidak bosan. Jadi, nanti ada lagu-lagu dengan beat cepat juga, salah satunya ‘Panah Asmara’ yang dulu dinyanyikan oleh Chrisye, kemudian Afgan,” pungkasnya.




















