Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID – Wajah baru pariwisata berbasis heritage kini hadir di dermaga Stasiun Tuntang.
Mengusung konsep ‘Ala Korea’, menghadirkan pengalaman menyusuri perairan Rawa Pening berbalut nuansa estetik dan romantis.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program CSR dan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) selaku pengelola kawasan Stasiun Tuntang.
Wisata perahu ini dihadirkan untuk menarik minat wisatawan lokal, luar kota, hingga wisatawan mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Stasiun Tuntang sebagai stasiun heritage bersejarah yang menjadi saksi penting perjalanan sejarah perkeretaapian dan kebangsaan Indonesia.
Langkah diambil untuk menghidupkan kembali kawasan heritage melalui konsep wisata kreatif dan berkelanjutan.
VP Corporate Secretary KAI Wisata Otnial Eko Pamiarso mengatakan Stasiun Tuntang bukan hanya stasiun kereta tetapi juga situs sejarah nasional.
“Dukungan CSR KAI (Persero) dan pengelolaan oleh KAI Wisata menghadirkan wisata perahu ini sebagai simbol sinergi induk dan anak perusahaan untuk mengangkat nilai sejarah menjadi pengalaman wisata yang menarik, edukatif, dan bernilai ekonomi,” kata Otnial.
Konsep perahu ala Korea dipilih untuk memberikan sentuhan visual dan pengalaman yang unik sehingga mampu menarik generasi muda dan wisatawan internasional yang menyukai wisata berbasis budaya dan fotografi.
Corporate Branding & Communication KAI Wisata Riesta Junianti menambahkan wisata perahu di Dermaga Stasiun Tuntang menjadi bagian dari strategi experience-based tourism yang kini semakin diminati.
“KAI Wisata ingin menjadikan Stasiun Tuntang sebagai destinasi heritage yang hidup bukan hanya dilihat tetapi juga dirasakan. Wisata perahu ini menghadirkan pengalaman yang instagramable, romantis, sekaligus sarat makna sejarah,” imbuh Riesta.
Adanya wahana ini juga memperkuat storytelling Stasiun Tuntang sebagai saksi sejarah transportasi dan perjalanan bangsa, sekaligus membuka peluang promosi pariwisata Jawa Tengah ke tingkat internasional.
“Inisiatif ini dapat menjadi magnet baru pariwisata meningkatkan kunjungan, serta menguatkan citra Stasiun Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” ujar Otnial.
Wisata perahu ini dibuka mulai pukul 9 pagi sampai jam 4 sore dengan tarif Rp 15.000 berdurasi selama 20 menit dengan kapasitas 5 orang.



















