Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan Asia Pasifik melalui partisipasi dalam Asia Pacific Incentives and Meetings Event (AIME) Melbourne 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyampaikan AIME merupakan pameran dagang MICE terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.
“Ini langkah strategis untuk menjangkau pasar utama MICE internasional, khususnya Australia, Selandia Baru, dan kawasan Asia Pasifik. Pasar tersebut menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap pergerakan wisata MICE ke Indonesia, baik dalam bentuk konferensi internasional, perjalanan insentif, maupun pameran berskala global,” ujar Vinsensius.
Pameran yang akan berlangsung pada 9–11 Februari 2026 ini menjadi platform strategis untuk business matching promosi destinasi, serta penguatan jejaring kerja sama global di sektor MICE.
Ia menambahkan, kehadiran Indonesia dalam AIME juga selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan devisa negara, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), serta mendorong pemerataan pengembangan destinasi MICE di berbagai daerah.
“AIME 2026, Indonesia berpeluang memperkuat citra sebagai destinasi MICE yang kompetitif, berkelanjutan, dan berkelas dunia,” ujarnya
Vinsensius menjelaskan, partisipasi ini membuka akses langsung kepada buyer internasional potensial, menciptakan peluang kontrak bisnis, serta memperluas jejaring pasar global.
“Industri juga memperoleh dukungan promosi terpadu di bawah payung nation branding Indonesia sehingga mampu meningkatkan daya saing dan kredibilitas pelaku usaha MICE nasional di pasar internasional,” ujarnya.
Keikutsertaan Indonesia dalam AIME Melbourne 2026 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenpar dan 13 pelaku industri MICE Indonesia melalui skema pembiayaan bersama (collaborative marketing cost) antara pemerintah dan industri.
“Skema kolaborasi ini mencerminkan semangat kemitraan pemerintah dan swasta dalam membangun ekosistem MICE yang kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata optimistis partisipasi Indonesia di AIME Melbourne 2026 akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan sektor MICE dan perekonomian nasional secara keseluruhan.



















