
EVENTGUIDE.ID – Loman Park Hotel Yogyakarta sukses menyelenggarakan rangkaian acara kebudayaan yang inovatif pada Sabtu (14/02). Mengusung tajuk “Batik Weton” dan “Jagongan Gayeng”, acara ini berhasil memadukan eksplorasi jati diri melalui filosofi hari lahir (weton) dengan teknik pembuatan batik cap kertas yang unik dan personal.
Kegiatan diawali dengan Workshop Batik Cap yang dipandu oleh seniman Nurohmad, S.Sn dari Omah Kreatif DONGAJI. Keunikan workshop ini terletak pada proses kreasi yang sangat personal; setiap peserta diajak untuk mengenali karakter diri melalui hasil pembacaan weton.
Dari pemaknaan tersebut, peserta kemudian memvisualisasikannya ke dalam bentuk pola, baik berupa motif hewani, tumbuhan, maupun simbol filosofis lainnya yang digambar di atas kertas.
Kertas pola ini kemudian dibentuk sedemikian rupa menjadi alat cap mandiri, dicelupkan ke dalam malam panas, hingga akhirnya dicapkan dan diwarnai pada kain sesuai preferensi estetika masing-masing peserta.

Suasana semakin hangat dengan sesi Jagongan Gayeng bertema “Weton Iku Ora Waton” di area Garden. Diskusi yang menghadirkan Cak Udin (Ketua Lesbumi) dan Nurohmad, S.Sn, serta dimoderatori oleh Iwan RS ini, mengupas tuntas bahwa weton bukan sekadar angka penanggalan, melainkan sebuah panduan karakter dan laku hidup masyarakat Jawa.
Handono S Putro, Founder & Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta, menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme peserta yang terlibat dalam proses kreatif yang sangat personal ini.
“Hari ini kita melihat perpaduan yang indah antara kreativitas tangan melalui batik cap kertas dan pengasahan nalar melalui Jagongan Gayeng. Di Loman Park Hotel, kami berkomitmen agar setiap tamu tidak hanya mendapatkan pengalaman menginap, tapi juga membawa pulang nilai-nilai kearifan lokal. Batik Weton adalah cara kami merayakan identitas individu dalam balutan tradisi yang asyik, personal, dan tidak kaku,” ungkap Handono.




















