Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID– Kekayaan gastronomi Indonesia oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky didorong menjadi intellectual property (IP) agar memberikan nilai tambah.
“Kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Autograph Tower, Jakarta.
Menurut Riefky, gastronomi Indonesia sebagai the new engine of growth sangat potensial karena bertumpu pada potensi daerah yang memiliki kekuatan budaya dan diferensiasi tinggi.
Salah satunya, tumpeng yang memiliki karakteristik di berbagai wilayah Indonesia dan fondasi kuat untuk dikembangkan sebagai IP gastronomi nasional.
Dibekali storytelling yang mendalam, tumpeng tidak hanya relevan sebagai produk budaya, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen soft diplomacy Indonesia di tingkat global.
IGC memaparkan berbagai inisiatif yang telah dijalankan sejak berdiri pada Juni 2020 sebagai komunitas nirlaba pelestari makanan dan minuman Indonesia beserta nilai budaya dan filosofi yang menyertainya.
IGC merupakan inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan intellectual property. Komunitas ini berfokus pada penguatan branding gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara.
Ketua Umum IGC, Ria Musiawan, menegaskan IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi.
“Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret,” kata.
Penguatan IP gastronomi nasional melalui pengembangan Buku Tumpeng Indonesia sebagai National Gastronomy IP menjadi salah satu prioritasnya
“Tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot project yang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional,” ujar Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif.
Banyak kuliner Nusantara memiliki potensi sebagai vegan-friendly, gluten-free, halal, dan healthy food, yang apabila dinarasikan dengan tepat dapat meningkatkan nilai ekonomi dan omzet pelaku usaha.




















