EVENTGUIDE.ID—Edisi ke-18 Michelin Guide Hong Kong & Makau, yang juga menandai perayaan 100 tahun Michelin Guide secara global, menggelar seremoni penghargaan pada 19 Maret di Grand Lisboa Palace Resort Macau (“Grand Lisboa Palace”).
Dalam guide 2026, Makau menyambut dua restoran baru peraih Bintang Michelin, keduanya berlokasi di Grand Lisboa Palace di bawah naungan SJM Resorts, S.A. (“SJM”).
Restoran tersebut adalah Palace Garden dan Don Alfonso 1890, yang masing-masing meraih bintang pertamanya—menjadi satu-satunya tambahan baru dalam daftar restoran berbintang di Makau tahun ini.
Bersama perusahaan induknya, STDM, portofolio SJM kini mengoleksi total sepuluh Bintang Michelin di enam restoran, menjadikannya sebagai pemilik koleksi terbanyak di Hong Kong dan Makau.
Warisan Kuliner Tersohor
SJM sudah lama dikenal sebagai standar utama fine dining di Makau. Sejak Robuchon au Dôme meraih tiga Bintang Michelin pertama di kota ini pada 2009, konsistensinya terus terjaga hingga sekarang. Di MICHELIN Guide Hong Kong & Makau 2026, Robuchon au Dôme masih menjadi satu-satunya restoran Barat di Makau dengan tiga Bintang Michelin. Sementara itu, The Eight—restoran Kanton andalan SJM—tetap mempertahankan dua Bintang Michelin, dengan pencapaian yang konsisten selama 18 tahun berturut-turut di dalam panduan tersebut.
Kehadiran dua bintang baru di Grand Lisboa Palace semakin melengkapi deretan prestasi ini. Palace Garden menghadirkan nuansa taman kekaisaran yang elegan, dengan sentuhan modern pada hidangan Taishi klasik. Menu andalannya menonjolkan teknik yang detail dan rasa yang kaya, seperti Steamed Fresh Crab Claw with Lobster Broth Egg White yang diolah dengan kaldu premium dan teknik potong yang presisi.
Di sisi lain, Don Alfonso 1890—cabang Makau dari restoran ikonis milik keluarga Iaccarino—membawa cita rasa autentik khas Italia Selatan, dari Semenanjung Sorrento hingga Pantai Amalfi. Mengusung konsep farm-to-table, bahan-bahan yang digunakan pun didatangkan langsung dari kebun organik milik keluarga mereka sendiri, Le Peracciole.
Koleksi ini semakin lengkap dengan kehadiran Zuicho yang meraih satu Bintang Michelin, dikenal lewat sajian “kappo” yang berkelas. Selain itu, terdapat pula restoran yang masuk kategori MICHELIN Selected seperti Mesa by José Avillez, yang memadukan masakan Portugis kontemporer dengan konsep “casual fine dining”, serta The Kitchen yang dikenal dengan hidangan klasik Barat yang dikemas lebih modern.
Di luar Makau, STDM juga merayakan kembalinya L’Atelier de Joël Robuchon di Hong Kong, yang kini berhasil meraih dua Bintang Michelin di lokasi barunya di Landmark.
Managing Director SJM, Daisy Ho mengatakan, “Pencapaian di MICHELIN Guide Hong Kong & Makau 2026 ini menegaskan posisi SJM bersama perusahaan induk kami sebagai pemimpin di lanskap fine dining kawasan. Mulai dari kehalusan kuliner Kanton, sajian haute cuisine Barat kelas dunia, hingga hidangan Italia kontemporer dan kappo Jepang yang berkelas, portofolio kami mencerminkan kekayaan identitas kuliner Makau yang memadukan Timur dan Barat. Kami akan terus berkomitmen untuk memperkuat posisi Makau di panggung kuliner global, sekaligus berkontribusi dalam menjadikannya sebagai salah satu destinasi gastronomi paling dinamis dan bergengsi di Asia.”
Kolaborasi Kurasi MICHELIN Guide
Sebagai salah satu pendukung acara MICHELIN Guide Hong Kong & Makau 2026, SJM turut menghadirkan “Sensory Harmony Star Dinner”—sebuah pengalaman bersantap imersif yang dikurasi langsung oleh MICHELIN Guide dan sukses terjual habis di Grand Lisboa Palace.
Digelar hanya untuk satu malam, acara ini menghadirkan lima chef kelas dunia dengan total gabungan 14 Bintang Michelin: Julien Tongourian dari Robuchon au Dôme, Joseph Tse dari The Eight, Mathew Leong dari RE-NAA by Sven Erik Renaa, Jungsik Yim dari Jungsik New York, serta Michelangelo Mammoliti dari La Rei Natura by Michelangelo Mammoliti. Setiap hidangan dipadukan dengan pilihan wine istimewa—seluruhnya meraih skor di atas 90 dari sistem penilaian Robert Parker—serta diperkaya dengan visual storytelling yang imersif, menciptakan pengalaman multi-sensori yang tak terlupakan.
Di luar pencapaiannya di MICHELIN Guide, SJM juga konsisten memperkuat posisi Makau sebagai kota “Creative City of Gastronomy” versi UNESCO. Melalui berbagai inisiatif dan acara kuliner, SJM terus mendorong daya tarik “Tourism + Gastronomy”, menjadikan Makau destinasi yang semakin menarik bagi para pecinta kuliner Indonesia yang mencari pengalaman bersantap kelas dunia.
Berakar pada warisan enam puluh tahun melalui perusahaan induknya dan pendirian Hotel Lisboa, SJM Resorts, S.A. (“SJM”) merupakan pemilik dan operator resor terpadu terkemuka di Makau. Perusahaan ini memiliki Grand Lisboa Macau, sebuah mercusuar global untuk hidangan mewah (fine dining), dan Grand Lisboa Palace Resort Macau yang sangat luas. Resor tersebut merupakan satu-satunya destinasi di dunia yang menaungi dua hotel berlabel desainer ternama, Palazzo Versace Macau dan THE KARL LAGERFELD MACAU, berdampingan dengan menara senamanya, Grand Lisboa Palace Macau. Ketiga menara tersebut meraih penghargaan “Two Key” (Dua Kunci) yang bergengsi dari MICHELIN Guide.
Sebagai pelopor gastronomi global, SJM Resorts memegang rekor peraih bintang MICHELIN berturut-turut terlama di Makau sekaligus memiliki salah satu koleksi wine terbesar di Asia. Lebih dari sekadar hidangan mewah, keunggulan kuliner grup ini mencakup seluruh spektrum cita rasa dunia yang dirancang untuk memanjakan setiap selera dan perayaan.
SJM Resorts menghadirkan pengalaman resor terpadu yang holistik, menawarkan fasilitas MICE serbaguna, gerai ritel gaya hidup dan barang mewah, hiburan kelas dunia, serta pameran seni dan budaya yang imersif. Portofolio kebugarannya juga dilengkapi dengan tiga fasilitas spa berpredikat Bintang Lima dari Forbes Travel Guide.
Selain itu, SJM Resorts juga memiliki dan mengoperasikan L’Arc Macau, serta mengelola Sofitel Ponte 16 Resort Macau dan Hotel Jai Alai.




















