EVENT GUIDE– HoYoverse bakal menggelar HoYo FEST pada 30 Juli hingga 2 Agustus, di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
HoYo FEST merupakan bagian dari aktivasi komunitas yang berfokus pada pengembangan ekosistem kreatif berbasis intellectual property (IP). Kegiatan ini menghadirkan pameran IP gim, penjualan merchandise, serta ruang kolaborasi bagi kreator Indonesia dalam menghasilkan produk kreatif.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, HoYo FEST melibatkan kreator lokal dalam memproduksi berbagai karya berbasis IP yang dipasarkan sebagai merchandise. Inisiatif ini menjadi contoh konkret sinergi antara industri global dengan talenta dalam negeri.
Wamen Ekraf Irene Umar dalam pertemuan dengan HoYoverse mengatakan untuk mengembangkan ekosistem ekraf, kemenekraf mencoba menyusun kurikulum ekonomi kreatif tidak hanya di tingkat universitas, tetapi juga mulai dari sekolah dasar untuk mengasah kreativitas.
“Tidak harus langsung pada tahap intellectual property (IP), tetapi dari proses penciptaannya juga harus dibangun. Kami berharap HoYoverse dapat berperan dalam mengedukasi kreator dalam proses produksi serta mengolaborasikannya dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya,” ujar Wamen Ekraf.
Associate Brand Director HoYoverse Indonesia, Aswin Antonie, menjelaskan bahwa HoYo FEST 2026 dirancang sebagai ruang temu lintas komunitas dari berbagai judul gim yang dimiliki perusahaan.
“Kami akan kembali menghadirkan Artist Alley sebagai ruang bagi kreator untuk menampilkan karya mereka. Kami juga menyiapkan program pengembangan seniman, karena bagi kami bukan hanya gim yang penting, tetapi juga ekosistemnya, termasuk para kreator lokal yang menjadi bagian di dalamnya,” jelasnya.
HoYoverse sendiri merupakan perusahaan publisher gim internasional yang berfokus pada pengembangan IP. Pendekatan ini memungkinkan ekspansi karya tidak hanya pada gim, tetapi juga ke berbagai sektor seperti merchandise hingga film.
.



















