EVENTGUIDE.ID – Ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 akan diselenggarakan pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo).
Di edisi ke-20 ini, FHI terus memperkuat posisinya sebagai pameran dagang internasional B2B terbesar dan terdepan di Indonesia bagi industri makanan, minuman, serta hospitality.
Selama lebih dari tiga dekade, FHI telah menjadi titik temu bagi pelaku industri nasional dan global untuk memperkenalkan inovasi, membangun jejaring bisnis, serta menciptakan peluang investasi dan kemitraan strategis.
FHI tahun ini menghadirkan pengalaman pameran yang semakin terintegrasi. Melalui satu akses, pengunjung dapat turut menjelajahi Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), Hotel & Shop Design and Supply Asia (HSDSA), dan PROPAK
Portfolio Director FHI 2026, Meysia Stephanie, mengatakan bahwa pertumbuhan industri hospitality dan F&B perlu diimbangi dengan ekosistem bisnis yang mampu mempercepat pertukaran inovasi, memperluas akses pasar, dan memperkuat kolaborasi antar pelaku industri.
“FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global,” ujar Meysia.
Prospek penyelenggaraan FHI 2026 turut didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan mencapai US$6,13 triliun pada 2028, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,3 persen pada 2026.
Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030 seiring meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas.
Bertemakan “A Thrilling Journey of Excellence that Celebrates the Now and Ignites the Future”, FHI 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha lintas
sektor dan lintas negara dengan pengalaman pameran yang lebih komprehensif.
Pameran ini diikuti lebih dari 500 perusahaan exhibitor dari 32 negara diantaranya Australia, Amerika Serikat, Brazil, Canada, Finlandia, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, dan UAE.
Ribuan produk, teknologi, dan solusi bisnis terbaru akan ditampilkan untuk mendukung kebutuhan industri makanan, minuman, jasa boga, hingga hospitality yang terus berkembang. Pada kategori Food & Beverage, pengunjung akan menemukan beragam inovasi dari merek merek terkemuka.
Di antaranya Greenfields Professional, Japfa Food, Kartikawira Adisukses, Karunia Sukses Gemilang, Long Beach Beverage Solution, Queen Food, Wilmond, Yummy Makers of Fine Dairy Product, Thai Flavour, serta berbagai produsen nasional dan internasional lainnya.
Sementara pada kategori Food Service Equipment & Hospitality, berbagai solusi untuk operasional hotel, restoran, dan layanan makanan akan dihadirkan oleh perusahaan seperti Gastro Gizi Sarana, Botanical Essentials, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Haengnam, Rotaryana, Diamond, Gea Getra, Chair Culture dan berbagai penyedia teknologi serta peralatan industri lainnya.
FHI 2026 juga menghadirkan Hotelex Indonesia Exclusive Showcase yang menampilkan solusi terkini operasional hospitality dan peralatan profesional oleh merek ternama seperti Biant Living, Koch Backen, Sango Hospitality, dan beberapa lainnya.
Ditampilkan pula Innovation Spotlight yang memamerkan kurasi inovasi dari penyedia produk dan layanan di bidang makanan, minuman dan hospitality seperti Atosa, Bella Cuisine by Daelim, dan Voya.
Pameran dagang, FHI 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi berskala nasional dan internasional yang menjadi wadah pengembangan talenta sekaligus barometer perkembangan industri minuman. Bersama Specialty Coffee Association Indonesia (SCAI), FHI kembali menghadirkan Indonesia Coffee Event dengan Indonesia Barista Championship (IBC) untuk menjaring barista terbaik Indonesia.
Para pemenang kompetisi ini akan mewakili Indonesia pada ajang World Barista Championship (WBC), sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Rangkaian kompetisi juga diperkuat dengan penyelenggaraan World Fashion Drinks Competition (WFDC), kompetisi internasional bagi para mixologist untuk menampilkan kreativitas dalam meracik minuman yang memadukan cita rasa, estetika, serta konsep storytelling yang mengikuti perkembangan gaya hidup modern.
Komitmen FHI dalam mengangkat potensi produk lokal turut diwujudkan melalui Tea Master Cup Indonesia. Kompetisi ini memperkenalkan kekayaan teh Nusantara kepada pasar internasional.
Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen teh terbesar di dunia memiliki keunggulan berupa keragaman karakter teh dengan kandungan katekin yang tinggi.
Hadir dua kategori kompetisi, yakni Tea Preparation dan Tea Mixology, para peserta akan menunjukkan keterampilan terbaiknya dalam mengolah teh, sementara para pemenang akan memperoleh kesempatan mewakili Indonesia pada kompetisi Tea Masters Cup tingkat dunia.
FHI 2026 juga memperkuat aspek pengembangan kompetensi melalui berbagai program edukatif yang dirancang bagi para profesional industri. Bersama Association of Culinary Professionals (ACP), peserta dan pengunjung pameran dapat mengikuti rangkaian Masterclass Workshop Session yang menghadirkan chef dan praktisi kuliner ternama dalam sesi praktik langsung (hands-on session).
Berbagai topik yang diangkat mencakup teknik butchery, pengembangan hidangan Indonesia, pembuatan pasta artisan, hingga dekorasi makanan dan berbagai tren kuliner terkini.
Bagi industri minuman, Indonesia Sommelier Association (ISA) kembali menghadirkan Wine Masterclass yang mencakup kelas dasar hingga tingkat lanjutan dan dipandu langsung oleh
sommelier profesional. Program ini menjadi salah satu sesi edukasi yang secara konsisten diminati pelaku industri hospitality setiap tahunnya.
Sementara itu, Industry Seminar akan mengangkat berbagai isu strategis yang tengah menjadi perhatian industri. Bersama LPPOM MUI, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai implementasi perluasan kewajiban sertifikasi halal yang mulai berlaku pada Oktober 2026.
Di sisi lain, Perum BULOG akan membahas tantangan dan strategi menjaga ketahanan pangan nasional melalui seminar bertajuk the Role of BULOG in Overcoming Future Food Stability Challenges.
Memperkuat peluang dan kolaborasi bisnis, FHI 2026 kembali menghadirkan FHI Business Matching Programme yang mempertemukan exhibitor dengan pembeli potensial, distributor, operator, importir, serta mitra bisnis dari berbagai sektor.
Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, mengatakan bahwa keberlanjutan kini telah menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan industri, bukan lagi sekadar tren.
“FHI 2026 ini, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan perusahaan, inovator, dan pemangku kepentingan untuk berbagi solusi serta mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor makanan, minuman, dan hospitality,” ujar Leonarita.
Komitmen tersebut tercermin dari partisipasi sejumlah perusahaan yang menghadirkan berbagai inovasi berorientasi keberlanjutan, di antaranya Althea Ecobag, Bukit Foods, Meltique
Beef, Flora Food Group, Healthy Choice, Nisuma serta berbagai perusahaan nasional dan internasional lainnya.
Informasi terbaru dapat di akses melalui akun Instagram @foodhospitalityindonesia_fhi,Facebook dan LinkedIn Food & Hospitality Indonesia, serta kanal YouTube Food & Hospitality Series_ID.




















