Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID– Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya meresmikan Program Rasa Rempah Indonesia (S’ RASA) bersama lima kementerian dalam memperkuat diplomasi kuliner Indonesia di panggung internasional.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ekraf, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Kementerian UMKM, dan Kementerian Luar Negeri.
Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam menjadikan kuliner Indonesia sebagai brand global, sekaligus instrumen strategis dalam menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat internasional.
“Kami berterima kasih kepada lima kementerian yang berkolaborasi dalam program S’ RASA. Inisiatif ini bukan berhenti malam ini, tetapi akan terus berlanjut ke depan untuk membuat kuliner Indonesia semakin populer, semakin mendunia. Dengan dukungan semua pihak, termasuk media, gastronomi Indonesia akan semakin dikenal dunia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam peluncuran resmi program S’ RASA di Jakarta.
Program S’ RASA didesain untuk mempromosikan kuliner Indonesia berbasis rempah ke berbagai negara, menghadirkan menu khas Nusantara dengan cerita, identitas, dan nilai budaya yang melekat. Kehadiran program ini menandai babak baru setelah selesainya Indonesia Spice Up The World (ISUTW) pada 2024, sekaligus memperkuat strategi diplomasi kuliner Indonesia melalui restoran-restoran Indonesia di mancanegara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa program akan dimulai dengan kolaborasi di lima kota dunia yang akan menjadi percontohan restoran Indonesia dengan standar penyajian yang konsisten.
“Kita akan kolaborasi di lima negara, lima kota: New York, London, Amsterdam, Tokyo, dan Sydney. Nanti akan ada tim yang menyiapkan standar dan konsepnya. Melalui MoU ini, setiap kementerian menyatukan komitmen membangun branding restoran Indonesia di luar negeri, bukan hanya soal makanan, tapi juga cita rasa dan warisan budaya,” kata Mendag Budi.
Ia menekankan komitmen kementerian dalam menciptakan representasi kuliner nusantara di ranah global yang berdampak luas.
“Tentunya impact-nya akan luas, ekspor meningkat, pariwisata meningkat, BUMN dan ekonomi kreatif semakin kuat, dan semuanya,” lanjutnya.
Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menilai diplomasi kuliner merupakan salah satu bentuk diplomasi tertua dan paling efektif. Ia menyebut hasil survei Kementerian Luar Negeri dari 132 perwakilan di luar negeri menemukan 1.221 restoran Indonesia yang bisa dijadikan kanal utama promosi.
“Dari survei itu, kita mengetahui masakan Indonesia yang paling dikenal ada lima: sate, nasi goreng, gado-gado, rendang, dan berbagai olahan mie. Ini merupakan awal yang baik buat kita untuk bisa bekerja sama untuk membuat kelima masakan ini standar. Sehingga rasanya sama di setiap restoran Indonesia yang ada di luar negeri. Dan inilah salah satu langkah yang akan kita bisa lakukan bersama untuk membuat kuliner Indonesia mendunia,” ujar Wamen Arrmanatha.
Peluncuran program S’ RASA ini turut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, serta pejabat eselon I yang mewakili Kementerian UMKM.