Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel

EVENTGUIDE.ID- Pergantian tahun selalu datang dengan janji yang sunyi. Setelah berbulan-bulan hidup dalam agenda padat dan ritme yang tak pernah benar-benar berhenti, Januari menghadirkan dorongan untuk bergerak dengan cara yang berbeda — lebih pelan, lebih sadar, dan lebih berorientasi pada makna.
Di Saudi, awal tahun terasa seperti itu. Bukan tentang kejar-mengejar waktu, melainkan tentang memberi ruang bagi diri sendiri.
Budaya, lanskap, dan desain bertemu dalam ritme yang tenang, menciptakan momen jeda yang membuka ruang bagi perspektif baru.

Bagi wisatawan Indonesia, ini adalah kesempatan memulai tahun dengan intensi yang jelas, bukan dalam keadaan tergesa.
Kontras yang Menghidupkan, Dinikmati Perlahan
Saudi adalah negara tentang kontras — dan justru di sanalah proses penyegaran terasa paling alami.
Di pesisir Laut Merah Saudi, hari berjalan mengikuti pasang surut, bukan jarum jam. Langit terbuka dan garis horizon yang nyaris tak terputus menciptakan rasa lega, seolah waktu terasa santai dengan sendirinya.

Sementara itu, di wilayah daratan dan gurun, lanskap kuno Saudi menawarkan pengalaman yang unik nan berbeda. Langkah-langkah pelan di antara formasi batu pasir, jeda yang dipandu cahaya gurun yang berubah sepanjang hari, dan keheningan yang membumi. Perjalanan di sini tidak terasa seperti daftar destinasi yang harus dicentang, melainkan proses menyelaraskan kembali diri — undangan untuk benar-benar hadir.
Ibu kota Saudi pun mengikuti ritme ini. Di Riyadh, bulan-bulan awal tahun diramaikan oleh Riyadh Season, sebuah perayaan budaya yang menghadirkan pertunjukan, distrik kreatif, dan pengalaman seni yang dikurasi dengan cermat.
Alih-alih hiruk-pikuk tanpa henti, kota ini memperlihatkan dirinya lewat rangkaian momen yang berkesan, memberi ruang bagi pengunjung untuk menjelajah sesuai tempo mereka sendiri.
Momentum ini semakin relevan bagi wisatawan Indonesia, seiring Saudi memperkenalkan tarif penerbangan promosi ke Riyadh.
Dengan pilihan penerbangan eksklusif dari Jakarta dan Bali yang berlaku hingga 31 Januari 2026, akses menuju atraksi kelas dunia, pertunjukan ikonik, dan atmosfer musim dingin yang semarak kini terasa semakin dekat.
Akomodasi Indah yang Mengubah Rasa Perjalanan
Di Saudi, pengalaman transformasi tidak hanya hadir lewat apa yang dilihat, tetapi juga melalui tempat seseorang bermalam.
Akomodasi dirancang sebagai bagian dari perjalanan itu sendiri — ruang yang memungkinkan refleksi berlanjut setelah hari berakhir.
Di Laut Merah Saudi, Shebara dan Nujuma, a Ritz-Carlton Reserve, menghadirkan kemewahan yang terasa organik.

Bentuk-bentuk arsitektural Shebara memantulkan laut dan langit, menciptakan ketenangan visual yang membuat waktu terasa samar.
Nujuma menawarkan pengalaman pulau privat yang intim, di mana alam menentukan ritme hari.
Di kawasan darat AlUla, Dar Tantora menghadirkan ketenangan dalam wujud berbeda.
Terletak di kota tua AlUla, rumah-rumah bata tanah liat yang direstorasi mengikuti alur sinar matahari.
Menginap di sini terasa seperti tinggal di dalam sejarah — sebuah penyelarasan ulang yang berpijak pada kesinambungan, bukan pelarian.
Menuju Era Baru Destinasi Mewah di 2026
Pendekatan perjalanan yang berangkat dari intensi ini berlanjut lewat deretan pembukaan ultra-mewah mulai 2026.
Di Diriyah, kehadiran Ritz-Carlton dan Capella Diriyah akan menawarkan hospitalitas berkelas dengan kedalaman budaya.
Di pesisir Laut Merah, Six Senses Amaala di Triple Bay membawa fokus pada wellness, sementara Sharaan karya Jean Nouvel dan Aman Hegra di AlUla memperkuat dialog antara arsitektur kontemporer dan lanskap purba.
Memulai Tahun dengan Makna yang Jelas
Cara tahun dimulai sering kali menentukan bagaimana ia akan berjalan.
Di Saudi, Januari tidak didefinisikan oleh urgensi, melainkan oleh intensi yang nyata — memberi kesempatan untuk melihat tahun ini dari sudut yang berbeda sejak hari-hari pertamanya.
Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan ke Saudi kini semakin mudah dengan opsi visa yang disederhanakan dan konektivitas penerbangan yang terus berkembang.
Pemegang visa Inggris, Amerika Serikat, atau Schengen yang masih berlaku dan memiliki cap masuk dapat mengajukan e-visa atau memperoleh Visa on Arrival.
Bahkan perjalanan umrah pun kini bisa diperluas, menjelajah lebih jauh dari kota suci menuju keindahan alam, warisan budaya, dan wajah Saudi yang terus berevolusi.
‘Saudi, Welcome to Arabia’ adalah merek konsumen yang dinamis, didedikasikan untuk memperkenalkan Saudi kepada dunia dan mengundang para wisatawan menjelajahi seluruh pesona yang ditawarkan.
Peran merek ini adalah mendorong kemajuan industri pariwisata melalui kampanye peningkatan kesadaran, serta menyediakan informasi dan sumber daya lengkap bagi wisatawan untuk merencanakan dan menikmati perjalanan yang tak terlupakan.
Sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Saudi, jantung Arabia, menjadi tujuan baru paling menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.




















