Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID– Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan capaian sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025 serta rencana kerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tahun anggaran 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
Menteri Pariwisata menyampaikan sepanjang 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari hingga November 2025, total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta kunjungan.
“Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,44 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2024 tercatat 12,66 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
Ia menjelaskan, sekitar 72 persen dari total kunjungan tersebut berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kementerian Pariwisata. Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total kunjungan wisman.
“Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan promosi yang kami jalankan berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Widiyanti juga memproyeksikan setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
Peningkatan kunjungan tersebut menjadi pengungkit utama capaian devisa pariwisata nasional.
“Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut menandakan dua hal penting. Pertama, daya tarik dan daya saing pariwisata Indonesia terus menguat di mata wisatawan global. Kedua, surplus kunjungan ini berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan telah mencapai 1,09 miliar perjalanan. Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
“Pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” tandasnya.
Pada aspek ketenagakerjaan, sektor pariwisata sepanjang 2025 berhasil menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata.
“Kami meyakini sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja saja, tetapi juga kualitas melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti.
Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional. Salah satunya, Bali terpilih sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.
“Penghargaan ini mengukuhkan posisi Bali di jajaran destinasi elit dunia dan menjadi cerminan kualitas pariwisata Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.
Fokus 2026 diarahkan pada peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, penguatan program Event by Indonesia, serta implementasi Tourism 5.0 yang pada tahun ini difokuskan pada digitalisasi perizinan event.
Di bidang sumber daya dan kelembagaan, Kementerian Pariwisata menjalankan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target fasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi 1.900 orang. Selain itu, pelatihan SDM pariwisata pada aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan ditargetkan menjangkau 2.090 orang di 38 provinsi.
Pendidikan vokasi melalui enam Politeknik Pariwisata juga ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan.
Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay selaku pimpinan rapat mendorong Kementerian Pariwisata untuk terus menyiapkan program-program yang bersifat substansial dan berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat.
“Kami berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak luas, karena APBN merupakan modal dasar pembangunan untuk menyejahterakan rakyat,” ucapnya.
Rapat kerja ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Sekretaris Menteri Pariwisata Bayu Aji, serta para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pariwisata.




















