
Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID – Pemerintah melalui Kementerian Ekraf mendukung penuh produksi film biopik Rose Pandanwangi.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat langsung proses syuting film Rose Pandanwangi yang menjadi co-production Indonesia, Filipina, Belanda, dan Prancis.
“Kolaborasi lintas negara dari film Rose Pandanwangi dapat dipromosikan sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia dan memperkenalkan warisan seni serta sejarah ke pasar global,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam kunjungan ke lokasi syuting di Gedung AA Maramis, Jakarta.
Teuku Riefky menyaksikan adegan demi adegan yang diproyeksikan melalui proses kreatif yang berkesinambungan. Terlihat sinergi antara sutradara dan talenta-talenta yang produktif untuk menyuguhkan historical artistic yang menjadikan film Rose Pandanwangi layak dinantikan sebagai film biopik.
Ia meyakini perlu ada strategi untuk mengkombinasikan penceritaan berbasis storytelling yang kuat, akurasi historis yang kreatif, dan giat pemasaran yang masif.
Ia menambahkan urgensi keberlanjutan ekosistem kreatif untuk penguatan masa depan film biopik Indonesia sebagai soft power and branding Indonesia yang bisa tampil ke festival film internasional.
“Karya film Rose Pandanwangi akan menjadi Intellectual Property (IP) yang tak sekadar mendokumentasikan visual audio dari penyanyi seriosa legendaris saja, tetapi memberi legitimasi dan cakupan luas untuk narasi sejarah bangsa,” imbuhnya.
Rumah produksi Summerland Films yang dibentuk sejak tahun 2017 didaulat untuk menggarap film Rose Pandanwangi. Visi rumah produksi ini tentu menyuarakan isu-isu sosial yang dianggap tabu oleh masyarakat. Beberapa film Indonesia yang pernah digarap yaitu Ave Maryam (2018), Jakarta vs Everybody (2020), dan Yohanna (2024).
Chelsea Islan, Razka Robby Ertanto, dan Kristine de Leon bertindak sebagai produser dalam film Rose Pandanwangi. Penempatan elemen sejarah musik seriosa dan karakteristik dari sosok penyanyi seriosa pertama Indonesia, Rose Pandanwangi, akan diangkat sebagai bentuk kebanggaan kultural dan ikon musik yang memiliki hubungan personal dengan pelukis pelopor seni modern Indonesia S. Sudjojono.
“Kami ingin memvisualkan sejarah yang terjadi era tahun 1950-1969, yang mana sosok Rose Pandanwangi menjadi penyanyi legend seriosa dengan banyak menerima penghargaan festival internasional biar generasi sekarang tahu dan kenal lebih dekat bahwa musik seriosa pernah berjaya pada masanya” ungkap Razka Robby Ertanto yang juga merangkap sebagai sutradara film ini.
“Saat ini, kami sudah masuk tahap produksi hari ke-10 yang rencananya sampai tanggal 31 Januari syuting di Indonesia baru setelah itu ke Eropa,” sambungnya.
Selain Gedung AA Maramis, beberapa titik lokasi syuting film Rose Pandanwangi di Jakarta yaitu Museum Nasional, Kota Tua, Ancol, serta di Istana Kepresidenan Bogor dan Semarang.
Film Rose Pandanwangi juga terpilih dalam JAFF Future Project yang mendorong film-film independen masuk ke tahap produksi dan distribusi global.
Sebelumnya, film Indonesia ini juga diperkenalkan di Festival Film Cannes 2025 untuk membuka akses terhadap investor-investor.




















