Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENGUIDE.ID – Memperkuat penetrasi pasar wisatawan India ke Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berpartisipasi dalam pameran perdagangan pariwisata terbesar di India, Outbound Travel Mart (OTM), pada 5-7 Februari 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan Kemenpar menghadirkan 30 pelaku industri pariwisata yang terdiri atas 20 destination management company (DMC), 5 agen perjalanan, 2 hotel, 2 restoran, serta 1 pengelola atraksi wisata.
“Tahun ini, kami menargetkan potensi transaksi sebesar Rp48 miliar dengan proyeksi sekitar 40 ribu wisatawan India,” ujar Made di Jakarta.
OTM diakui sebagai Leading Travel Trade Show in India and Asia selama dua tahun berturut-turut melalui customised study yang dilakukan NielsenIQ atas penugasan Fairfest Media selaku penyelenggara.
Pengakuan ini menegaskan peran OTM sebagai ajang pariwisata outbound yang efektif dalam mendorong kolaborasi bisnis, promosi destinasi, dan peningkatan arus wisatawan internasional dari India, termasuk ke Indonesia.
Made menambahkan, Kemenpar terakhir berpartisipasi dalam OTM pada 2024. Pada 2025, Kemenpar mengikuti pameran SATTE dan ITB India. Pada OTM 2024, potensi transaksi tercatat sekitar Rp40,7 miliar.
“Kami berharap target OTM 2026 dapat dicapai melalui penguatan promosi dan kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku industri pariwisata,” ujarnya.
Saat Inauguration Ceremony di hari pertama OTM 2026, Paviliun Indonesia mendapat kehormatan dengan menjadi salah satu area eksibisi yang dikunjungi para tamu utama dalam agenda VIP walk-around. Mereka di antaranya Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak, Dato’ Sri Abdul Karim Rahman Hamzah bersama Menteri Pariwisata Mauritius, Christian Harold Richard Duval.
Di ajang ini Kemenpar juga mendapat penghargaan dari OA Globe DMC dalam Tourism Excellence Awards-Celebrating Leaders Who Shape Destinations.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada Badan Pariwisata yang telah berperan signifikan dalam memperkuat kesadaran terhadap destinasi, mendukung pelaku industri perjalanan India, serta mendorong pertumbuhan yang konsisten dari pasar India.
Mengawali rangkaian OTM 2026, Kemenpar sebelumnya telah menyelenggarakan Sales Mission di Chennai pada 3 Februari 2026. Kota ini dikenal memiliki komunitas profesional kelas menengah hingga atas, tingkat literasi tinggi, serta karakter masyarakat yang aktif melakukan perjalanan internasional untuk leisure spiritual tourism, wellness, dan MICE.
Kunjungan wisatawan mancanegara asal India ke Indonesia menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan mencapai 734.490, meningkat 3,42 persen (year-on-year) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 710.688 kunjungan.
“Memiliki populasi lebih dari 11 juta jiwa di wilayah metropolitan dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, Chennai menjadi pasar strategis bagi industri pariwisata Indonesia,” kata Made.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia menambahkan bahwa pasar India semakin berperan penting bagi pariwisata Indonesia.
“Memiliki populasi sekitar 1,47 miliar jiwa, India merupakan pasar wisatawan mancanegara yang sangat potensial. Kehadiran Kemenpar di OTM 2026 diharapkan dapat memperkuat branding dan citra Wonderful Indonesia sebagai destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujar Dedi.
Sales Mission di Chennai dan partisipasi Kemenpar dalam OTM 2026 didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai.




















