
EVENTGUIDE.ID – Sejumlah langkah strategis diambil Kementerian Pariwisata demi menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi konektivitas dan mobilitas wisatawan internasional.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan situasi geopolitik global mulai berdampak pada operasional maskapai penerbangan, termasuk penyesuaian rute penerbangan jarak jauh serta kenaikan biaya perjalanan akibat lonjakan harga bahan bakar.
“Kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu hub strategis bagi perjalanan wisatawan dari Eropa dan Amerika menuju Indonesia. Kondisi geopolitik yang berkembang di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus perjalanan internasional menuju Indonesia,” jelas Menpar dalam Webinar Nasional “Tourism Under Fire”.
Pemerintah memperkirakan potensi dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan mancanegara dapat mencapai sekitar 4.700 hingga 5.500 orang per hari. Jika kondisi tersebut berlanjut, potensi kehilangan devisa diperkirakan berkisar antara Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.
“Pariwisata Indonesia sebenarnya sedang berada pada momentum yang sangat baik. Pada tahun 2025 kami mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan capaian devisa sebesar 18,27 miliar dolar AS. Meski pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika hanya menyumbang 21,7 persen dari total kunjungan, kontribusi devisanya mencapai 34,7 persen karena mereka merupakan wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang tinggi,” lanjutnya.
Mengantisipasi hal Kementerian Pariwisata menyiapkan lima strategi mitigasi utama.
Strategi pertama, melakukan diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi pada pasar jarak pendek dan menengah yang memiliki konektivitas penerbangan relatif stabil, seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India.
Calon wisatawan dalam waktu dekat akan melihat lebih banyak kampanye promosi yang menampilkan Indonesia sebagai destinasi alternatif yang menarik, aman, dan stabil untuk dikunjungi.
Strategi kedua, mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat tetap menjaring wisatawan dari pasar Eropa, terutama menjelang musim libur musim semi dan musim panas.
Strategi ketiga, penguatan promosi digital berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan efektivitas kampanye pariwisata Indonesia di berbagai pasar potensial.
Strategi keempat, memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri. Upaya ini menjadi semakin relevan terutama menjelang momentum libur Lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
Strategi kelima, mendorong penyelenggaraan berbagai event pariwisata di wilayah perbatasan untuk menjaga dinamika ekonomi pariwisata di berbagai daerah. Wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura yang berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau, misalnya, memiliki kecenderungan untuk melakukan kunjungan berulang.
“Peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal antara lain dengan menawarkan paket wisata golf, wisata belanja, wellness, dan berbagai pengalaman wisata lainnya,” kata Widiyanti.
Menteri Pariwisata juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi, dan Kementerian Keuangan, untuk mengeksplorasi berbagai kebijakan yang dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Beberapa opsi yang sedang didorong antara lain penambahan kapasitas kursi penerbangan, peningkatan keterjangkauan harga tiket, serta kebijakan bebas visa kunjungan bagi pasar-pasar potensial.
“Langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tengah situasi global yang membutuhkan strategi yang responsif dan adaptif,” kata Menteri Pariwisata.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menteri Pariwisata juga menyampaikan adanya perkembangan positif dari pasar Asia Timur. Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan serta membuka rute baru menuju Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.
“Strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, saya yakin sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan semakin berdaya saing di tingkat global,” tandasnya.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia mencatatkan performa impresif sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp945,7 triliun atau sebesar 3,97%. Keberhasilan ini didorong oleh kunjungan 15,39 juta wisatawan mancanegara (wisman), yang tumbuh 10,7% secara year-on-year, serta menyerap 25,91 juta tenaga kerja.
Namun, di tengah capaian positif tersebut, Airlangga menegaskan bahwa ketangguhan sektor ini tengah diuji oleh tantangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas global.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Pariwisata, gangguan ini berpotensi menyebabkan kehilangan 5.500 wisman dan devisa senilai Rp184,8 miliar per hari jika tidak segera dimitigasi.
“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk mitigasi kerugian akibat krisis global dan membangun fondasi pariwisata dengan destinasi yang kompetitif, tangguh dan berdaya saing di kancah internasional,” ujar Airlangga.
Airlangga juga mengungkapkan akan menyiapkan langkah-langkah strategis, seperti penguatan pasar domestik melalui micro tourism, mendorong destinasi bagi digital nomad, hingga pemasaran untuk menonjolkan Indonesia sebagai destinasi yang high end dengan harga terjangkau perlu di garis besarkan.
“Dan tentunya kolaborasi dan sinergi diperlukan untuk menentukan ketahanan ekosistem pariwisata,” tutup Airlangga.




















