
EVENTGUIDE.ID – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mempertegas gastronomi sebagai salah satu strategi meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang berakar pada budaya, tradisi, dan kearifan lokal.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi pelaksanaan BBTF 2026 yang mengusung tema “Redefining Indonesia’ s Gastronomic Journey: A Celebration of Taste, Cultures, and Sustainable Heritage” yang digelar di Heritage Beach Garden, The Westin Resort Nusa Dua, Bali,
“Tema ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada authentic travel experience, culinary tourism, dan sustainable tourism,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.
BBTF menghadirkan gastronomi sebagai bagian penting dari pengalaman berwisata. Gastronomi selain berkaitan dengan makanan, tetapi juga merepresentasikan budaya, sejarah, tradisi, serta praktik keberlanjutan yang menjadi identitas khas setiap daerah di Indonesia.
Menurutnya, penguatan sektor gastronomi Indonesia semakin mendapat pengakuan dunia. Hal itu ditandai dengan diraihnya penghargaan bergengsi “The New Destination Champion Award 2026” dari La Liste di Paris, Prancis. Penghargaan tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kuliner yang semakin diperhitungkan di tingkat global.
“Prestasi ini juga diperkuat dengan masuknya restoran lokal seperti August di Jakarta dan Locavore NXT di Bali ke dalam daftar 50 Restoran Terbaik Asia tahun ini,” kata Widiyanti.
Menteri Pariwisata juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wakil Presiden Republik Indonesia terhadap penyelenggaraan BBTF 2026. Ia juga menyambut baik ASITA Bali beserta seluruh panitia yang selama 12 tahun konsisten menyelenggarakan BBTF hingga berkembang menjadi travel mart terbesar di Indonesia.
“Dua belas tahun BBTF bukan sekadar pencapaian seremonial. Ini adalah bukti nyata dari konsistensi, kolaborasi, dan keyakinan bersama bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar global,” ucapnya di hadapan para delegasi, buyers, dan sellers.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam tayangan video berharap Bali & Beyond Travel Fair dapat terus menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pariwisata dari berbagai negara.
“Kami meyakini hal tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat dari seluruh stakeholder, termasuk Bapak dan Ibu yang hadir di sini,” kata Wapres Gibran.
Salah satu agenda utama BBTF 2026 adalah penyelenggaraan B2B Travex yang mempertemukan buyers dan sellers melalui pertemuan bisnis terjadwal secara langsung.
B2B Travex memiliki peran strategis dalam memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis pariwisata, serta mendorong pengembangan paket wisata yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Forum ini bukan sekadar tempat bertemunya pembeli dan penjual. Ini adalah platform untuk membangun kepercayaan, memperluas peluang pasar, serta mengubah keindahan dan kekayaan destinasi Indonesia menjadi pengalaman wisata yang berkualitas dan siap dipasarkan,” katanya.
Menurut Widayanti, BBTF tidak hanya menjadi titik temu pelaku industri, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi destinasi wisata, pengusaha UMKM, dan komunitas lokal di berbagai daerah.
“Sebagaimana arahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, pariwisata bukan hanya tentang destinasi. Pariwisata adalah instrumen pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pembangunan daerah, sekaligus penguat kepercayaan diri Indonesia di pasar pariwisata global,” kata Menteri Pariwisata.
Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, menjelaskan tahun ini BBTF diikuti oleh 407 buyer dari 44 negara serta 286 seller yang berasal dari empat negara dan 13 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, BBTF 2026 juga menempatkan gastronomi sebagai strategi diferensiasi yang memperkuat posisi Bali di pasar global. Kuliner menjadi medium efektif untuk memperkenalkan identitas budaya Bali melalui keterlibatan petani, nelayan, pasar tradisional, hingga pengusaha UMKM kuliner.
“Bali melalui gastronomi menunjukkan pariwisata sekaligus tentang budaya, komunitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakatnya,” kata Putu Winastra.
Selain agenda business matching, BBTF 2026 juga menghadirkan program post-event tour yang memungkinkan buyer internasional melihat secara langsung kesiapan destinasi, kualitas layanan, serta kekayaan budaya Indonesia.
Kementerian Pariwisata sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan BBTF 2026, memfasilitasi kegiatan familiarization trip ke lima destinasi prioritas, yakni Sumatera Utara, Yogyakarta, Tanjung Puting, Lombok, dan Jakarta. Program tersebut diikuti 22 peserta yang terbagi dalam empat kelompok perjalanan.




















