
EVENTGUIDE.ID- Penyelenggaraan 5th Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPPF) 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2570 B.E telah berlangsung di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Wamen Ekraf Irene Umar yang turut hadir dalam festival budaya dan spiritual internasional ini menjadi simbol persatuan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
“Borobudur Peace & Prosperity Festival menjadi sesuatu yang sangat indah karena menunjukkan kesatuan dunia. Banyak sekali delegasi dari luar, ini bukan hanya sebuah peringatan Hari Waisak tetapi juga merupakan sebuah festival bagi warga-warga sekitar,” ujar Irene.
“Di sinilah berbagai suku, ras, dan agama, baik yang merayakan Waisak secara agama maupun tidak, hadir bersama-sama untuk memajukan ekonomi dan juga untuk kebersamaan dalam satu kata, cinta,” sambungnya.
BPPF 226 digelar di sejumlah titik di kawasan Borobudur, termasuk Aksobhya Park. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari doa perdamaian dunia, meditasi, ritual Buddhis International Nyingma Monlam Chenmo, pertunjukan seni budaya, hingga pelepasan lampion dengan latar Candi Borobudur.
Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi bukti bahwa Borobudur selain berperan sebagai destinasi warisan budaya dunia, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya yang memperkuat nilai toleransi, perdamaian, dan kolaborasi antarbangsa.
“Pesannya sederhana, kemanusiaan, perdamaian, dan kepedulian bagi planet ini. Semoga melalui hal tersebut kita dapat mewujudkan perdamaian dunia. Kita semua adalah perwakilan dari apa yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai lilin-lilin. kita berkumpul bersama di sini, menjadi sebuah mercusuar,” ujar Wamen Ekraf.
Irene di waktu yang sama juga mengunjungi Taman Baca Melek Huruf di Desa Candirejo, Magelang, Jawa Tengah. Ruang literasi berbasis komunitas yang berdiri sejak 2023 tersebut memadukan taman baca, warung kopi, pondok singgah, dan ruang berbagi pengetahuan dalam suasana alam yang asri.
Memiliki ratusan koleksi buku dari berbagai genre, tempat ini menjadi ruang berkumpul bagi pegiat literasi, komunitas kreatif, serta masyarakat yang ingin berbagi ide dan inspirasi. Irene menegaskan pentingnya peran komunitas akar rumput dalam menghadirkan ruang-ruang kreatif yang memberikan manfaat sosial sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
“Pemerintah terus berkolaborasi dengan para grass roots communities untuk memperlihatkan tempat-tempat yang hidden gem serta inspiratif seperti Taman Baca Melek Huruf di Desa Candirejo,” pungkasnya.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]



















