EVENTGUIDE.ID – The Icon Indonesia memasuki tahap penentuan sang juara. Pada episode pada Senin (27/7) malam, dua finalis terbaik, Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) menunjukkan kemampuan terbaiknya di babak Grand Final.
Lima judges hadir langsung untuk menilai seluruh penampilan kedua finalis yakni Ahmad Dhani, Andien, Titi DJ, Afgan, dan Isyana Sarasvati. Malam Grand Final The Icon Indonesia dibuka dengan penampilan energik Vedra yang membawakan lagu “Soleram”.
Pada babak ini, Felicia dan Vedra mendapatkan sejumlah tantangan istimewa. Keduanya harus berduet dengan judges, tampil trio bersama Titi DJ, kemudian membawakan lagu secara solo, hingga memperkenalkan lagu kemenangan masing-masing.
Penampilan kolaborasi Titi DJ bersama Felicia dan Vedra di lagu “Hanya Cinta yang Bisa” langsung memukau seluruh judges.
“Sejak latihan awal aku selalu merinding sampai saat tampil tadi. Terus terang aku agak nervous karena mereka bagus banget. Aku yang punya lagu sampai berpikir, boleh juga mereka berduet membawakan lagu ini lagi,” ungkap Titi DJ.
Seluruh judges pun sepakat bahwa penampilan tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang sangat berkesan pada malam Grand Final.
Tantangan tampil duet bersama judges diawali oleh Felicia yang berkolaborasi dengan Afgan membawakan lagu “Ku Dengannya Kau dengan Dia”. Perpaduan vokal keduanya berhasil mencuri perhatian para judges.
“Felicia punya magic. Dia memiliki karisma yang membuat setiap lirik yang dibawakan semakin masuk ke hati orang yang mendengarkan. Dia punya star quality,” puji Afgan. “Saya tidak yakin Afgan akan menemukan teman duet lagi sebagus Felicia,” kata Ahmad Dhani.
“Suara kalian menyatu banget dan sangat cocok. Kalian seperti prince dan princess,” ujar Isyana Sarasvati.
Titi DJ bahkan dibuat penasaran dengan ketenangan Felicia selama berada di atas panggung. “Bagaimana caranya kamu bisa setenang itu di panggung?” tanya Titi DJ. “Karena once I step di panggung ini, ini sudah menjadi panggung aku. Apalagi ini Grand Final, jadi aku harus menikmati setiap penampilan dan memberikan yang terbaik,” awab Felicia.
Penampilan duet berikutnya, Vedra yang berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati membawakan lagu “Tetap Dalam Jiwa”. “Vedra, kamu kuat banget. Aku jadi tinggal mencoba untuk menikmati penampilan ini,”ungkap Isyana.
Titi DJ juga menilai Isyana berhasil memberikan ruang eksplorasi yang dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Vedra. “Isyana memberikan ruang yang sangat luas kepada Vedra dan itu dimanfaatkan dengan baik sekali,” puji Titi DJ.
Kepercayaan diri Vedra ketika tampil bersama sang idola juga mendapat perhatian dari Andien. “Vedra, aku tidak tahu dari mana datangnya kepercayaan diri yang luar biasa dari sosok Vedra yang kecil ini. Kamu berdiri di sebelah Isyana dengan sangat percaya diri,” ujar Andien.
Vedra pun mengaku telah lama mengidolakan Isyana dan sempat merasa sangat nervous ketika menjalani proses latihan. Ahmad Dhani juga mengungkapkan bahwa “Tetap Dalam Jiwa” merupakan salah satu lagu Indonesia favoritnya.
Kompetisi Grand Final The Icon Indonesia berlanjut dengan penampilan solo dari masing masing finalis. Felicia menjadi finalis pertama yang tampil membawakan lagu “Hero” yang dipopulerkan oleh Mariah Carey.
Penampilan tersebut sukses memperoleh standing ovation dari seluruh judges. “Semua nada yang kamu ambil di lagu ini enak. Lagu ini sudah banyak dibawakan oleh penyanyi lain, tetapi kamu memilih nada-nada yang berbeda hingga membuat aku kagum. Kalau kamu membuat lagu sendiri, pasti akan enak sekali karena musikalitas kamu sangat bagus,” puji Titi DJ.
Ahmad Dhani juga dibuat kagum hingga mengundang Felicia untuk tampil dalam perayaan ulang tahun Mulan Jameela.”Penampilan kamu menurut aku out of this world. Apa pun yang kamu nyanyikan selalu memukau dan magical,” ujar Isyana.
Afgan bahkan hanya membutuhkan satu kata untuk menggambarkan penampilan Felicia malam itu, “Ajaib”.
Tak mau kalah, Vedra pun tampil totalitas ketika membawakan lagu “Hurt” untuk penampilan solonya. Penampilan penuh penghayatan tersebut kembali menghasilkan standing ovation dari seluruh judges.
“Vedra, kamu membuat jiwaku bergetar. Kamu mahir memindahkan register suara dan itu sangat sulit dilakukan, tetapi kamu membuatnya terlihat effortless,” puji Isyana Sarasvati.
“Pita suara kamu terbuat dari apa sih? Bagus banget,” ungkap Titi DJ. “Aku merinding banget. Setiap Vedra bernyanyi, dia selalu membawa kita masuk ke dalam lagunya. Aku merasa menjadi bagian dari cerita yang disampaikan. Tidak semua penyanyi memiliki kemampuan seperti itu,” sambung Andien.
Panggung Grand Final The Icon Indonesia malam tadi juga dimeriahkan aksi para judges. Diantaranya Afgan yang hadir membawakan salah satu lagu hitsnya yang berjudul “Kacamata”. Sementara Isyana Sarasvati menghadirkan aksi panggung memukau lewat lagu “Unlock The Key”.
Lagu Kemenangan
Momen istimewa berikutnya hadir ketika kedua finalis memperkenalkan lagu kemenangan masing masing. Felicia membawakan lagu perdananya yang berjudul “Masalahnya” dan kembali memperoleh standing ovation dari seluruh judges.
“Lagu ini cocok sekali dengan kamu. Aku langsung tahu sejak awal kamu mulai humming. Selamat datang di industri musik Indonesia,” puji Afgan.
Felicia pun bercerita tentang lagu “Masalahnya” yang mengangkat kisah seseorang yang sulit melupakan hubungan yang sebenarnya telah dipenuhi banyak tanda bahaya.
“Ceritanya tentang gagal move on, padahal kita sudah tahu orang ini punya banyak sekali red flag. Aku yakin banyak teman-teman yang relate dengan lagu ini. Terima kasih untuk Kak Iqbal, Kak Dennis, dan semua yang terlibat dalam proses pembuatan lagu ini. Semoga teman-teman suka dengan lagunya,” ungkap Felicia.
Sementara lagu kemenangan berjudul “Kronologi” yang dibawakan Vedra juga berhasil mendapatkan standing ovation dari seluruh judges.
“Lagu ini cocok banget dengan Vedra. Lagu ini memang sudah berjodoh dengan Vedra karena semua pesan dan emosinya berhasil tersampaikan,” puji Isyana Sarasvati.
Vedra menjelaskan bahwa “Kronologi” menceritakan kebingungan seseorang dalam memahami perasaannya sendiri. “Makna lagu ini sebenarnya cukup membingungkan karena di dalam ceritanya, kita menjadi orang yang melampiaskan perasaan, bukan orang yang menerima pelampiasan tersebut. Di lagu ini aku merasa seperti menjadi pihak yang bersalah dan sedang bingung dengan perasaan sendiri,” ungkap Vedra.
“Aku sangat terkesima. Pencipta lagunya hebat sekali membuat lagu seperti ini dan sangat tepat ketika dipasangkan dengan kamu,” puji Andien. Afgan juga menilai “Kronologi” menjadi lagu yang tepat untuk membuka perjalanan Vedra di industri musik Indonesia.
Di penghujung babak Grand Final, berdasarkan perolehan Virtual Gift sementara, Vedra (Batam) harus puas berada di posisi kedua. Sementara Felicia (Tangerang) berhasil mencatatkan perolehan Virtual Gift tertinggi sehingga unggul sementara menjelang babak Grand Final Result pekan depan.
Pada babak penentuan nanti, Felicia dan Vedra juga akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk berkolaborasi dengan band legendaris Dewa 19.
Saksikan perjuangan terakhir Felicia (Tangerang) dan Vedra (Batam) dalam memperebutkan gelar juara The Icon Indonesia di babak Grand Final Result pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 21.30 WIB, hanya di SCTV.


















