EVENTGUIDE.ID– Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memecahkan rekor Guinness World Record (GWR) dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sebanyak 306 pegawai Ekraf berhasil membawa Kementerian Ekraf semakin mendunia melalui pencapaian Largest Gathering of People Wearing Traditional Indonesian Woven Textiles.
“Ini merupakan rekor dunia yang menjadi hasil nyata untuk membawa lebih banyak wastra tenun Nusantara dari setiap daerah dengan ciri khas yang merepresentasi filosofi dan identitas masyarakat setempat,” kata Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat menerima penghargaan GWR di Jakarta, Senin (17/8).
Dengan mengenakan busana bertema Wastra Tenun Nusantara seperti songket, tenun ikat, lurik, endek, atau ulos, seluruh peserta berupaya memadupadankan 2 unsur gaya khas busana dari berbagai daerah. Dimensi dan identitas budaya Indonesia pun semakin memikat subsektor fesyen untuk bersinar ke kancah global.
Penilai resmi dari GWR mencatat bahwa rekor tersebut berhasil dipecahkan dengan partisipasi 306 orang yang mengenakan tenun wastra asli (ATBM: Alat Tenun Bukan Mesin).
“Ekonomi kreatif harus mampu mengubah warisan budaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di balik wastra Nusantara terdapat pengetahuan tradisional, kreativitas, talenta, dan rantai nilai ekonomi yang produktif. Maka, kami ingin wastra nusantara semakin dikenal, digunakan, dan digaungkan lebih luas, baik di dalam negeri maupun ke tingkat global,” ujar Teuku Riefky.
Serasi dengan pernyataan tersebut, Official Adjudicator of GWR, Austin Johnson mengonfirmasi capaian tersebut setelah proses verifikasi.
“Syarat minimum untuk rekor ini adalah 250 orang, dan saya dapat memastikan bahwa Kementerian Ekraf telah mencapai 306 orang. Kementerian Ekraf telah meraih gelar Guinness World Records untuk kategori yang baru,” ucap Austin Johnson.
Proses penilaian GWR berlangsung selama 90 menit setelah upacara kemerdekaan. Para peserta yang memakai wastra tenun Nusantara juga berasal dari unit kerja di lingkungan Kementerian Ekraf.
Melalui pencatatan GWR, Indonesia selain memperingati kemerdekaan, tetapi juga memaknai kreativitas, keberagaman, dan kearifan lokal para talenta ekraf dari berbagai penjuru negeri.



















