
EVENT GUIDE.ID– Satu dekade Indonesia Comic Con (ICC) bakal digelar pada 3-4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta menunjukkan konsistensi ekosistem budaya pop (pop culture) sebagai salah satu pilar strategis pertumbuhan ekraf nasional.
“Indonesia Comic Con telah menjadi bagian dari perjalanan perkembangan budaya pop di Indonesia selama satu dekade. Konsistensi menghadirkan kreator, komunitas, dan pelaku industri menunjukkan bahwa ruang seperti ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Wamenekraf Irene Umar saat menerima audiensi penyelenggara ICC di Jakarta.
Perayaan satu dekade ICC akan menghadirkan beragam elemen budaya pop, mulai dari komik, mainan, film, gim, musik, cosplay, hingga komunitas kreatif. Sejak debut pada 2015, ICC secara konsisten menjadi ruang berkumpulnya penggemar, bertemunya fandom hingga aktivitas komersial.
Memasuki tahun ke-10, ICC kembali menghadirkan Raya Championship of Cosplay, ajang tersebut memberikan kesempatan cosplayer untuk menunjukkan talenta dan kreativitas dalam budaya pop.
Director of Panorama Media, Andita Tirtawisata, mengatakan ICC juga menjadi wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan kekayaan intelektual (IP) lokal. Menurutnya, visi tersebut tercermin dari keterlibatan para kreator lokal dalam penyelenggaraan ICC.
“Tujuan kami visi-misinya tetap untuk menaikkan IP lokal. Kita hadir bukan hanya berupa festival atau berupa convention yang benar-benar selebrasi, tapi juga menaikkan industri dari kreativitasnya juga gitu,” ujar Andita.
ICC juga menghadirkan Indonesia Cosplay Grand Prix, kompetisi cosplay nasional yang menjadi panggung bagi talenta Indonesia untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan pertunjukan.
Rangkaian pendahuluan telah berlangsung di lima wilayah, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Palembang, Bandar Lampung, dan Malang. Tim pemenang akan melaju ke babak final dan berkesempatan mewakili Indonesia dalam World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang.
Sementara itu, Project Manager Indonesia Comic Con, Lulu Anwar, mengatakan ICC tahun ini turut berkolaborasi dengan Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) dalam mendorong pertukaran kreator antara Indonesia dan Hong Kong.
Selain itu, ICC memiliki intellectual property (IP) bernama Kapten Sultan yang terbuka untuk dikembangkan dan dikolaborasikan dengan berbagai pihak.
“Indonesia Comic Con sendiri itu adalah reuninya teman-teman pop culture dengan lima pilar yaitu ada komik, toy, movie, music, dan game. Semuanya itu kita balut dengan lifestyle seperti cosplay,” ujarnya.
Ia menambahkan di tahun ini pun pihaknya membuat tema menjadi 10 tahunnya Indonesia Comic Con.
“Harapannya kita punya semua stakeholders di mana industri ekonomi kreatif ini pelaku ekonomi kreatif ini bisa terus maju,” pungkasnya.




















