EVENTGUIDE.ID – Otka Film menggelar diskusi tentang perfilman bersama komunitas film di Diantara Sore Coffee Eatery & Creative Hub, Jl. Gandaria 1 No.85, Kramat Pela, Kebayoran.Baru, Jakarta Selatan.
Otka Film yang merupakan bagian dari lini bisnis PT. Otak Kanan Nusantara (OKN) di edisi awal ini menghadirkan para sineas, maupun masyarakat pecinta film untuk menyaksikan teaser Galeo Anak Segara, Cipak.Cipuk.
Selepas menonton diadakan diskusi secara langsung bareng sutradara dan penulis Galeo Anak Segara, Andara Fembriarto yang dimoderatori Fairuz Athoriq.
Head Creative, Otka Film, Antonius Setiawan mengatakan, terselenggara soft opening bersama komunitas film ini tak terlepas dari keresahan para sineas mengenai industri film di Indonesia.
“Otka Film pun tergerak membuat sebuah wadah para sineas untuk berdiskusi, dan berbicara tentang masa depan perfilman nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan visi besar Otak Kanan Nusantara adalah melahirkan bibit-bibit sutradara dan pelaku bisnis kreatif baru yang lahir murni dari ekosistem mereka.
“Inti dari proyek ini adalah menyediakan ruang fisik dan intelektual yang menjembatani kesenjangan antara idealisme seniman independen dengan kebutuhan industri komersial,” imbuhnya.
Lebih lanjut Antonius mengungkapkan pertumbuhan industri kreatif tidak dapat terjadi tanpa keberadaan komunitas dan Kekayaan Intelektual (IP) yang kuat.
“Otak Kanan Nusantara memposisikan diri sebagai “otak kanan” atau wadah bagi individu-individu kreatif yang seringkali memiliki karya berkualitas tetapi kesulitan dalam hal delivery dan pemasaran,” jelasnya.
Outcast Cinema
Digelarnya diskusi film ini selaras dengan venue yang ada di Diantara Sore. Tempat ini memiliki fasilitas sebuah bioskop mini dengan spesifikasi teknis kelas atas. Didukung kualitas visual resolusi 4K serta DPI Pixel tinggi untuk detail gambar.yang tajam.
Ditilik dari sistem audio dasar 7.1 Atmos mampu melakukan upmixing dari stereo menjadi 5.1 atau 7.1 melalui perangkat lunak. Kapasitas ruangan 18 kursi untuk batas kenyamanan optimal hingga 21-25 kursi maksimal.
“Ruang (Outcast Cinema) ini dapat digunakan untuk screening tertutup antara pembuat film dan investor guna menjaga kerahasiaan proyek sebelum dirilis secara publik,” jelas Anto
“Dapat digunakan untuk umum dengan sistem paket mulai dari 1 jam, mau 2,5 jam, setengah hari atau satu hari penuh yang digabungkan dengan paket FnB (makanan dan minuman),” sambungnya.
Kualitas presentasi karya sineas daerah atau komunitas sering kali dianggap kurang oleh investor terjawab di Diantara Sore.
Diantara Sore Outcast Cinema-nya dirancang dengan spesifikasi kelas atas untuk mengatasi masalah tersebut. dengan menyediakan fasilitas standar profesional. Otak Kanan Nusantara bertujuan untuk meningkatkan nilai jual karya lokal di hadapan investor dan kurator profesional.
Otka Film juga mempunya strategi jangka panjang mencakup penyelenggaraan festival film,
pengembangan kekayaan intelektual (IP) melalui konten orisinal (series), dan penciptaan ekosistem.
“Langkah ini menjadikan komunitas dapat tumbuh secara kolektif menuju kemandirian ekonomi dan pengakuan industri,” tegas Antonius.
Bukan Sekadar Coffee Shop
Diantara Sore termasuk dalam lini bisnis PT. Otak Kanan Nusantara (OKN) yang lahir dari sebuah gagasan sederhana: bahwa sebuah tempat dapat menjadi lebih berarti ketika mampu mempertemukan orang, ide, dan karya.
Berangkat dari konsep Coffee, Bar, Eatery & Creative Hub, Diantara Sore memadukan pengalaman kuliner dengan ekosistem kreatif. Ruang ini dirancang untuk menjadi tempat berkumpulnya berbagai aktivitas kreatif, mulai dari musik, audio visual, film, literasi, hingga kegiatan komunitas.
Menghadirkan suasana yang dirancang nyaman dan memiliki karakter, Diantara Sore ingin menjadikan ruang yang memungkinkan siapapun untuk datang, berdiskusi, berkarya, berkolaborasi, maupun sekadar menikmati waktu di antara kesibukan sehari-hari.
Nama Diantara Sore sendiri membawa filosofi tentang sebuah ruang dan waktu untuk berhenti sejenak. Sore menjadi simbol sebuah momen peralihan ketika aktivitas mulai melambat, orang memiliki kesempatan untuk bertemu, berbincang, menikmati karya, dan menemukan inspirasi baru.



















