EVENTGUIDE.ID – The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 akan hadir lagi pada 3-4 Oktober di Papandayan Bandung dengan engusung tema “Sound to the Soul”.
TP Jazz Management selaku penyelenggara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga identitas jazz sebagai fondasi utama festival sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi berbagai generasi musisi dan audiens. Setidaknya lebih dari 50 program musik akan disajikan dan tersebar di enam area festival.
Tahun ini, sekitar 70 persen program festival berasal dari spektrum jazz, mulai dari traditional jazz, contemporary jazz, fusion hingga berbagai eksplorasi musik lintas genre yang berkembang saat ini.
Event Director TP Jazz Management Tyagita R. Hermawan menyampaikan TPJF 2026 dirancang sebagai perayaan musik yang tidak hanya menghadirkan konser, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem kreatif.
“Kami akan menghadirkan lebih banyak proyek kolaborasi, lebih banyak ruang bagi musisi untuk bereksplorasi, dan lebih banyak pengalaman yang bisa dinikmati pengunjung. TPJF tidak hanya berbicara tentang siapa yang tampil di atas panggung, tetapi bagaimana musik dapat menjadi ruang pertemuan bagi komunitas, budaya, kreativitas, dan generasi yang berbeda,” ujar Tyagita.
Sementara, kurator festival Hari Pochang dan Venche Manuhutu menjelaskan highlight TPJF 2026. Salah satunya adalah kolaborasi Barry Likumahuwa bersama para pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC).
Pertemuan antara salah satu musisi jazz paling berpengaruh di Indonesia dengan generasi baru ini menjadi simbol regenerasi sekaligus keberlanjutan ekosistem jazz yang terus dibangun oleh TP Jazz.
TPJF 2026 juga menghadirkan sejumlah proyek kolaboratif eksklusif yang hanya dapat disaksikan di festival ini. Tersaji Tribute to Koes Plus oleh The Gentlemen’ s Club yang terdiri dari Adikara, Bilal Indrajaya, dan Teza Sumendra. Mereka akan membawakan interpretasi baru terhadap karya-karya legendaris Koes Plus, mempertemukan warisan musik Indonesia dengan perspektif generasi masa kini.
Di sisi lain, pecinta jazz akan disuguhkan proyek istimewa A Night of Frank Sinatra, yang mempertemukan Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra dalam sebuah eksplorasi musikal yang merayakan karya-karya ikonik Frank Sinatra melalui aransemen dan interpretasi yang segar.
Salah satu program yang paling dinantikan dalah Freedom Jazz Society, sebuah kolaborasi yang mempertemukan Greybox, Jevin Julian, Kenny Gabriel, dan Winky Wiryawan bersama Rinni.
Ini pertama kalinya di TPJF, kultur DJ dan semangat improvisasi jazz dipertemukan dalam satu panggung, menghadirkan pengalaman musikal yang unik dan relevan dengan perkembangan musik masa kini.
TPJF 2026 juga memperkuat unsur budaya melalui Mojang Jajaka Stage di Tropical Garden. Ditampilkan perpaduan musik, budaya, dan identitas kreatif Kota Bandung dalam suasana yang intim dan khas.
TPJF 2026 juga akan menganugerahkan TPJF Lifetime Achievement Award kepada Bimbo. Salah satu grup musik paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia ini telah berkarya dan menginspirasi lintas generasi selama lebih dari lima dekade.
Adapula Pasar Jazz, sebuah ruang kreatif yang menggabungkan bazar komunitas, seni, dan kuliner. Berlokasi di area parkir The Papandayan Bandung, Pasar Jazz akan diramaikan oleh berbagai aktivitas komunitas, tenant kuliner, produk kreatif, fashion, hingga berbagai kegiatan yang memperkaya pengalaman festival bagi seluruh pengunjung.
Selama dua hari penyelenggaraan, TPJF 2026 akan menghadirkan puluhan musisi dan kolaborasi spesial, di antaranya Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, SimakDialog, Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz, Batavia Collective, Rafi Sudirman, T-Five x Melly Mono, Reyharp feat. Balawan Project, Arumtala, Ambon Jazz Rock by Barry Likumahuwa, serta berbagai musisi dan komunitas lainnya yang akan tampil di enam area festival.
TPJF 2026 akan menghadirkan pengalaman festival yang tersebar di enam area berbeda di The Papandayan Bandung, masing-masing dengan karakter dan kurasi program yang unik.
Di panggung utama, Kota Baru Parahyangan Stage yang berlokasi di Suagi Grand Ballroom akan menjadi rumah bagi berbagai penampilan unggulan dan proyek kolaborasi spesial.
Di BRI Stage di HuruBatu Grill Garden dan RON88 Stage di Cimanuk Ballroom akan menghadirkan beragam eksplorasi jazz, fusion, soul, dan musik kontemporer. Pengunjung juga dapat menikmati program edukasi dan penampilan musisi muda di TP Stage, pengalaman budaya di Mojang Jajaka Stage yang berlokasi di Tropical Garden, serta berbagai aktivitas komunitas, kuliner, dan produk kreatif di area Pasar Jazz.
Lebih memberikan pengalaman yang sesuai dengan preferensi pengunjung, TPJF 2026 menghadirkan tiga kategori tiket. Silver Pass memberikan akses harian ke lima area festival, yaitu Pasar Jazz, RON88 Stage, TP Stage, Mojang Jajaka Stage, dan BRI Stage dengan harga Rp250.000.
Untuk Gold Pass memberikan akses ke seluruh area festival termasuk Kota Baru Parahyangan Stage sebagai panggung utama dengan harga Rp400.000.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati seluruh rangkaian festival selama dua hari, tersedia Platinum Pass dengan akses penuh ke seluruh panggung selama dua hari seharga Rp750.000.
TPJF 2026 juga menghadirkan berbagai program promosi bagi pengunjung, termasuk diskon 25% untuk pemegang kartu Bank BRI, promo grup untuk pembelian tiket bersama, serta paket Stay & Fest yang menggabungkan pengalaman menginap di The Papandayan Bandung dengan tiket festival.
Informasi lengkapnya dapat diakses melalui tpjazzfest.com dan @tpjazzfest.




















