Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID – Jakarta International Java Jazz Festival semakin mendunia. Gelaran musik tahunan itu disebut Menekraf Teuku Riefky Harsya sebagai bukti ekraf terutama subsektor musik memiliki potensi besar.
“Saya sangat mengapresiasi perjalanan panjang festival musik jazz seperti Jakarta International Java Jazz Festival yang telah mendunia. Ini jadi salah satu bukti bahwa ekonomi kreatif terutama subsektor musik mempunyai peluang untuk terus berkembang dengan kolaborasi seru,” kata Menekraf Riefky saat audiensi bersama Java Festival Production di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.
Pertengahan tahun ini, Java Jazz yang ke-20 akan digelar pada 30 Mei-1 Juni 2025 di JIExpo Kemayoran. Pembahasan dalam audiensi kali ini termasuk usulan kolaborasi subsektor musik yang terus melangkah ke kancah global.
“Kami mendukung dan sepakat untuk mempromosikan musik sebagai upaya membangkitkan ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja yang berkualitas apalagi dalam penyelenggaraan suatu festival musik banyak sekali pihak yang terlibat,” kata Menekraf Riefky.
Dewi Gontha, President Director Java Festival Production mengatakan pihaknya memang fokus mempromosikan hiburan di Indonesia khususnya musik. Selain Jakarta International Java Jazz Festival, mereka juga pernah mengadakan Java Rockin’land Festival, Java Soulnation Festival, Soundsfair, dan Hodgepodge Festival.
“Java Jazz Festival tahun ini ingin menceritakan bahwa musisi-musisi baru banyak yang memakai jazz untuk memperkenalkan diri mereka. Ada 11 panggung dan sekitar 115 pertunjukan musik dalam perhelatan tiga hari Java Jazz Festival 2025,” ucap Dewi Gontha.
“Kami juga baru saja meluncurkan maskot resmi dan banyak aktivitas lain yang bakal dipersiapkan untuk sambut 20 tahun Java Jazz Festival,” imbuhnya.
Sementara Cameron Smith, executive producer Java Festival Production tercetus usulan kolaborasi terkait produksi serial televisi dan dokumentasi tentang Indonesia.
“Saya ingin membuat program dokumenter yang menceritakan secara mendalam tentang sejarah Java Jazz selama dua puluh tahun dengan wawancara dengan artis lokal dan global, apa yang terjadi di balik layar, dan ragam budaya Indonesia yang semarak melalui musik, kuliner, keramahtamahan, dan pengalaman wisata budaya dari Indonesia,” bebernya.
Ia berharap dukungan dari Kemenekraf terkait perizinan syuting program dokumenter terkait kuliner, pariwisata, dan budaya di Indonesia.
“Kami membutuhkan dukungan surat rekomendasi perizinan lokasi syuting agar program tersebut bisa terealisasi,” sambungnya.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Menekraf/Kabekraf Teuku Riefky Harsya dalam 5 tahun menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.