EVENTGUIDE.ID– Wamen Ekraf Irene Umar menjadi pembicara dalam pembukaan Jogja Festivals Forum & Expo (JFFE) 2026 di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta.
Ia mengatakan festival merupakan salah satu pilar strategis dalam ekonomi kreatif. Festival juga bukan hanya sekadar hiburan, namun telah bertransformasi sebagai infrastrukur budaya dan ekonomi.
“Festival adalah platform yang membentuk identitas kota, mendorong pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dan berfungsi sebagai media diplomasi budaya kita yang paling efektif,” ujar Wamen Ekraf.
Mengusung tema simposium “Building Festival’ s Resilience in Southeast Asia”, JFFE 2026 merupakan ruang kolaborasi lintas sektor dalam mendorong profesionalisme manajemen festival agar menjadi aset ekonomi yang kompetitif.
Wamen Ekraf menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam penyelenggaraan festival di Indonesia agar mampu bersaing di kancah global. Ia mendorong pergantian pola pikir dari sekadar menyelenggarakan acara menjadi pembangunan aset Intellectual Property (IP) berkelanjutan, penguatan model bisnis yang mandiri, serta kolaborasi lintas negara dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat kreatif dunia yang terintegrasi.
“Tugas kita bukan lagi hanya menjalankan sebuah acara, tugas kita adalah membangun merek festival dengan nilai, dengan format yang dapat dilisensikan, dan yang dapat melahirkan Intellectual Property turunannya sendiri,” tambahnya.
Wamen Ekraf juga mengapresiasi kolaborasi ekosistem ekonomi kreatif di Yogyakarta, dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Kerja sama lintas sektor mampu membangun nilai ekonomi positif yang berdampak pada tumbuhnya industri dalam jangka panjang.
“Dukungan kementerian sangat krusial dalam memastikan festival di Yogyakarta tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi yang profesional dan kolaboratif,” jelas Heri Pemad, Chairman Jogja Festivals.
Simposium ini menghadirkan perspektif global dari Glyn Roberts Chief Executive Festival City Adelaide dan Natalie Hennedige Festival Director Singapore International Festival of Arts yang menyoroti pentingnya kemitraan publik-swasta serta model bisnis berkelanjutan.




















