EVENTGUIDE.ID – Keselamatan pengunjung dan peserta pameran menjadi salah satu prioritas utama di Jakarta Fair Kemayoran 2026.
Mengantisipasi risiko kebakaran, tim pemadam kebakaran (damkar) akan bersiaga penuh selama 32 hari penuh selama pelaksanaan Jakarta Fair.
Setiap harinya, satu unit mobil damkar dengan tujuh personel ditempatkan di area Jakarta Fair. Sementara pada hari-hari tertentu yang diprediksi memiliki jumlah pengunjung lebih banyak, jumlah petugas akan ditingkatkan menjadi dua unit mobil damkar dengan total 14 personel.
Potensi kebakaran yang paling sering diantisipasi berasal dari tenant makanan dan minuman (F&B), terutama saat proses memasak menggunakan kompor gas. Pihak penyelenggara secara rutin melakukan pengecekan terhadap kompor, selang, dan tabung gas yang digunakan oleh para tenant.
Tim internal Jakarta Fair juga secara berkala melakukan pelatihan kesiapsiagaan bagi petugas yang bertugas di lapangan.
“Simulasi dilakukan dari tim internal kita seperti P3K dan emergency respon tim yang kita latih penggunaan APAR, cara memandu korban, evakuasi korban, memandu pengunjung saat melakukan evakuasi,” ujar Syahrul. M, Penanggung Jawab Safety Jakarta Fair.
Syahrul mengimbau seluruh tenant F&B untuk selalu menggunakan peralatan memasak yang telah berstandar SNI dan mengoperasikannya sesuai fungsi.
“Kami telah sampaikan Imbauan tersebut sewaktu technical meeting sebelum acara berlangsung,” ungkap Syahrul.
Ia mengungkapkan koordinasi antara tim damkar, keamanan, dan tenaga medis juga terus diperkuat dengan menempatkan personel safety dan security di seluruh area pameran.
“Jika terjadi insiden seperti pengunjung pingsan, kecelakaan, maupun kebakaran, informasi akan langsung diteruskan melalui Handy Talky (HT) agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.




















