
EVENTGUIDE.ID – Film Tanah Runtuh menghadirkan karakter Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome.
Keberadaan sosok Ridho.dengan sebuah ajakan yang sederhana, melihat dunia dengan lebih tenang dan lebih penuh cinta.
Film ini mengajak penonton untuk kembali pada hal-hal yang paling mendasar dalam hidup manusia, keluarga, kasih sayang, dan kepedulian.
Sosok Ridho Khaliq ini akhirnya dihadirkan pihak Denny Siregar Production selaku rumah produksi film Tanah Runtuh untuk langsung bertemu dan menyapa awak media di Episentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (18/6).
Ridho Khaliq sendiri, saat ditanya soal karakter yang ia perankan menjawab dengan cara yang paling sederhana dan paling tulus.
“Ringgo itu sayang sama Ibu, sayang sama Kai, dan sayang sama semua orang. Aku senang bisa jadi Ringgo. Aku juga senang punya banyak teman baru.” ujar Ridho Khaliq.
Tanah Runtuh tidak menempatkan karakter dengan Down Syndrome sebagai simbol inspirasi. Sebaliknya, film ini memberikan ruang bagi Ringgo untuk menjadi manusia yang utuh dengan segala rasa takut, kasih sayang, dan harapannya sendiri.
Melalui sosok Ringgo, Tanah Runtuh mengajak penonton melampaui segala
keterbatasan dan melihat bahwa bahkan ketika tanah di bawah kaki terasa runtuh, manusia masih memiliki satu hal yang tidak dapat diruntuhkan: kemampuan untuk mencintai.
Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai dan Ringgo yang terpisah dari ibu mereka di tengah sebuah peristiwa besar yang mengubah kehidupan mereka.
“Ketika dunia terasa runtuh, yang sering menyelamatkan kita justru bukan hal-hal besar, tetapi orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal dan peduli,” ujar Rudi Soedjarwo.
Produser Denny Siregar mengatakan bahwa sejak awal Tanah Runtuh tidak dibuat untuk berbicara tentang konflik, melainkan tentang cinta yang tetap bertahan di tengah keadaan yang paling sulit sekalipun.
“Lewat Ringgo, saya merasa kita diingatkan kembali pada sesuatu yang sangat sederhana: bahwa manusia bisa saling mencintai tanpa syarat dan saling menjaga tanpa harus melihat perbedaan,” ujar Denny Siregar.
Menurutnya, karakter Ringgo tidak pernah dimaksudkan sebagai simbol atau objek belas kasihan.
“Ringgo mengingatkan kita bahwa cinta dan keluarga adalah hal-hal yang membuat manusia tetap bertahan ketika semuanya terasa runtuh,” lanjutnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Vino G. Bastian yang memerankan Idham, seorang anggota yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Kai dan Ringgo di tengah perjalanan mereka mencari sang ibu.
“Yang paling menyentuh buat saya bukan konflik atau kekacauan yang terjadi di sekeliling mereka. Justru bagaimana Ringgo melihat dunia dengan cara yang sangat tenang. Ada kejujuran, ada cinta, dan ada ketulusan yang mungkin mulai jarang kita temukan dalam kehidupan orang dewasa hari ini,” kata Vino G. Bastian.
Sebagai seorang ayah, Vino juga merasa perjalanan Kai dan Ringgo memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat.
“Melalui Ringgo, saya merasa diingatkan bahwa kadang yang paling penting bukan menjadi yang paling kuat, melainkan tetap punya hati untuk peduli pada orang lain,” ujarnya.
Yoan, yang memerankan Kai, adik Ringgo yang harus dewasa sebelum waktunya juga mengungkapkan hal serupa. Chemistry antara Yoan dan Ridho yang terbangun secara alami selama proses syuting menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.
“Aku justru banyak belajar dari Ridho. Dia mengajarkan saya untuk lebih sabar, lebih tenang, dan lebih menikmati momen. Kadang orang dewasa terlalu banyak berpikir, sementara Ridho punya cara melihat dunia yang lebih sederhana dan tulus,” kata Yoan.
Di layar lebar Indonesia, karakter dengan Down Syndrome jarang sekali mendapat ruang untuk menjadi pusat emosi sebuah cerita. Film Tanah Runtuh mengubah itu. Ringgo tidak hadir sebagai latar atau pelengkap.
Ia adalah karakter utama yang punya
rasa takut, punya harapan, dan punya cara mencintai yang otentik.
Dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.




















