EVENTGUIDE.ID–Kementerian Perindustrian RI berkolaborasi dengan Dyandra Promosindo menggelar inisiatif Halal Leaders & Creator Gathering di Kementerian Perindustrian.
Mengusung semangat “Connecting the People Behind Indonesia’s Halal Future”, acara ini didesain sebagai ruang dialog strategis antara pembuat kebijakan, pelaku industri, komunitas, hingga para kreator konten.
Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, mengatakan besarnya potensi pasar halal nasional yang harus dioptimalkan menjadi peluang penguatan struktur industri dalam negeri.
Ia memaparkan bahwa pada tahun 2023, jumlah penduduk Muslim Indonesia mencapai 242,6 juta jiwa dengan potensi belanja yang diperkirakan menembus angka Rp11.182 triliun.
“Indonesia memiliki basis kuat untuk mengangkat pertumbuhan.industri halal dari skala kecil hingga besar. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok halal dari hulu hingga.hilir, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang memiliki nilai tambah,” ungkap Adie.
Adie menyoroti peran krusial para insan kreatif di era digital. Menurutnya pengembangan industri halal, kreator berperan penting dalam menerjemahkan berbagai aspek teknis industri menjadi narasi yang sederhana, kreatif, dan relevan.
“Halal tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan regulasi, tapi juga sebagai bagian dari lifestyle,” katanya
“Kami melalui Halal Indo ingin mempertemukan inovasi industri dengan kreativitas para kreator,” imbuhnya.
Secara kumulatif hingga akhir triwulan II tahun 2024, Kemenperin mencatat capaian positif dengan diterbitkannya hampir 2,8 juta sertifikat halal yang mencakup lebih dari 5,4 juta produk. Namun, tingginya angka sertifikasi ini belum sepenuhnya berbanding lurus dengan serapan belanja produk halal dalam negeri.
“sinergi yang terbangun dalam acara ini diharapkan mampu menggaungkan kembali gerakan cinta produk lokal agar daya saing jenama halal nasional semakin mendominasi pasar,” ujarnya.
Puncak acara ini kemudian dilanjutkan dengan sesi Talk Show bertajuk “Unlocking the Future of Halal Lifestyle Economy: Where Policy, Innovation, Beauty, and Influence Create Business Opportunities”.
Diskusi ini mengupas sinergi antara regulasi, inovasi, dan strategi digital bersama narasumber ahli, di antaranya Dewi Setiawati (Pusat Pemberdayaan Industri Halal Kemenperin), Temi Sumarlin (CEO Scarf Media), dan Findi Novia (Head Branding Building Wardah Beauty).
Para undangan diajak untuk mengeksplorasi kesehatan dan preferensi gaya mereka melalui fasilitas Personal Color Analysis dan Skin Check & Consultation yang dipandu oleh konsultan ahli. Suasana berjejaring antar kreator juga diperkaya dengan kehadiran Content Creator Spot, lengkap dengan Professional Portrait Corner dan Creator Interview Corner untuk memfasilitasi produksi konten yang menginspirasi audiens digital.
Sebagai penutup, disajikan cuplikan perdana mengenai visi besar dan deretan program yang tengah dipersiapkan untuk pameran Halal Indo 2026.
Terdapat rencana ekspansi pameran yang lebih masif dengan menempati tiga hall utama. Selain area eksklusif Modest Fashioon, merangkum inovasi komprehensif dari sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata ramah muslim.
Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo 2026), dijadwalkan akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.




















