EVENTGUIDE.ID– Kementerian Ekonomi Kreatif mematangkan penyelenggaraan United Overseas Bank Painting of the Year (UOB POY) sebagai ajang kompetisi kompetitif yang membuka akses para seniman lokal menuju jejaring regional serta pasar global.
Ajang ini mengakselerasi pertumbuhan subsektor seni rupa guna memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Kami mengapresiasi UOB dalam memfasilitasi penguatan kapasitas serta membuka ruang ekspresi yang berdampak pada nilai ekonomi para kreator seni rupa,” ujar Wamen Ekraf Irene Umar di Jakarta.
Pertemuan tersebut berfokus mendiskusikan pematangan pelaksanaan 16th UOB POY yang diselaraskan dengan agenda strategis Kementerian Ekraf.
Sinergi ini juga merespons tren positif industri seni rupa nasional berdasarkan data BPS yang diolah Kementerian Ekraf, di mana nilai ekspor barang subsektor seni rupa melonjak dari 2,45 juta dolar AS pada Januari–April 2025 menjadi 4,28 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2026.
Pendekatan berbasis heksaheliks yang memadukan peran asosiasi, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, hingga lembaga keuangan diharapkan mampu memperkuat fondasi komersialisasi karya perupa Indonesia di tingkat internasional.
“Kemitraan antara sektor perbankan seperti UOB dengan ekosistem ekonomi kreatif adalah kunci. Ketika industri perbankan memberikan panggung, akses pendampingan, hingga penilaian finansial yang tepat, para entrepreneur kreatif kita dapat tumbuh berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ungkap Irene Umar.
“Kegiatan ini bagi kami bukan sekadar kompetisi pembuatan platform ekosistem, melainkan wadah untuk melihat keselarasan langkah dengan sektor ekonomi kreatif,” ungkap Luke Ariefiandi, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia.
UOB POY merupakan program seni visual unggulan UOB bank asal Singapura, yang telah berjalan lebih dari 45 tahun di ASEAN serta telah hadir di Indonesia sejak 2011. Untuk Awarding Ceremony nantinya akan diselenggarakan pada 24 September 2026 serta juga diadakan pameran yang dibuka untuk umum mulai tanggal 24 September hingga 7 Oktober 2026 di Jakarta.
Selama perjalanannya, kompetisi ini telah menarik lebih dari 15.000 karya seni di Indonesia serta membuka akses peluang internasional di 5 pasar ASEAN melalui UOB Art Alumni Network.
Kegiatan 16th UOB POY yang ada di bulan Oktober diusulkan untuk dikolaborasikan dengan rangkaian peringatan Hari Ekraf Nasional dalam program ‘Oktober Kreasi’ yang berlangsung sebulan penuh di berbagai daerah. Selain itu, Wamen Ekraf juga membahas persiapan forum global World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober di JIExpo Kemayoran yang akan merumuskan Jakarta Vision on Creative Economy 2026 bagi sekitar 80 negara delegasi.
Dukungan UOB terhadap talenta kreatif Indonesia berfokus pada empat pilar utama, yaitu pengakuan (recognition), pengembangan (development), koneksi (connection), serta paparan tingkat regional dan global (regional & global exposure). Wujud nyata dukungan tersebut terlihat dari berbagai pencapaian para pemenang yang mendapatkan kesempatan pameran di galeri internasional seperti National Gallery Singapore dan Art Central Hong Kong, hingga program residensi seniman di Paris dan Jepang.




















