EVENTGUIDE.ID – Ada sesuatu yang menenangkan dari mengetahui secara pasti apa yang terkandung dalam makanan yang kita pilih setiap hari.
Bagi Beras Organik Jatiluwih, ketenangan itu kini telah diukur, diuji, dan disertifikasi secara resmi.
Beras Low GI dari Beras Organik Jatiluwih resmi menerima sertifikasi Indeks Glikemik Rendah setelah melalui studi in-vivo yang dilakukan oleh MBRIO Food Laboratory menggunakan metode ISO 26642:2010, standar yang diakui secara internasional untuk menentukan indeks glikemik.
Hasilnya menunjukkan indeks glikemik sebesar 54,96, menempatkan beras ini dalam kategori indeks glikemik rendah yang diakui secara resmi, yaitu GI 55 atau di bawahnya.
Sertifikasi ini menjadi pembeda penting. Kini bukan lagi sekadar deskripsi tentang beras ini, melainkan hasil yang telah diukur, diuji, dan diverifikasi secara independen.
Sertifikasi ini diperoleh setelah kurang lebih dua bulan pengujian in-vivo oleh MBRIO Food Laboratory. Lebih dari lima belas partisipan dipantau terhadap standar referensi glukosa setelah mengonsumsi Beras Low GI Beras Organik Jatiluwih yang telah dimasak, dengan kadar gula darah diukur selama periode dua jam.
Hasil pengujian menunjukkan respons glukosa yang lebih terkendali dibandingkan dengan referensi glukosa, memberikan validasi ilmiah atas klasifikasi indeks glikemik rendahnya.
Perbedaannya terletak sebagian pada struktur pati beras. Beras mengandung dua jenis pati utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Kadar amilosa yang lebih tinggi berkaitan dengan pencernaan pati yang lebih lambat dan respons glikemik yang lebih rendah, sehingga glukosa dilepaskan secara lebih bertahap.
Bagi konsumen, maknanya sederhana: Beras Low GI Beras Organik Jatiluwih tetap menjadi makanan pokok sehari-hari, dimasak dan dinikmati layaknya beras pada umumnya, sekaligus menawarkan pilihan yang lebih bijak bagi mereka yang memperhatikan kadar gula darah.
Tumbuh di Tabanan, Berakar di Bali Varietas Low GI ini ditanam secara eksklusif di Tabanan, Bali, dalam sistem pertanian organik yang menjadi ciri khas Beras Organik Jatiluwih.
Benih dikembangkan secara mandiri, pupuk diproduksi melalui proses alami, dan lahan direhabilitasi dengan cermat agar memenuhi standar organik sebelum masa tanam dimulai. Para petani juga memproduksi kompos mereka sendiri sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang dikelola secara alami.
Beras ini tetap terhubung erat dengan sistem Subak khas Bali, di mana praktik bertani dibentuk oleh tradisi budaya yang telah berlangsung lama serta keseimbangan antara manusia dan alam.
Di balik sertifikasi ini, karenanya, bukan hanya sekadar angka, melainkan kisah panjang tentang tanah, pertanian, dan ketekunan.
Bagi siapa pun yang berusaha menjaga kadar gula darah atau menerapkan pola makan yang lebih seimbang, hidup sehat tidak harus berarti meninggalkan makanan yang mereka sukai.
Beras adalah contoh yang tepat. Ia begitu akrab, menenangkan, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari meja makan masyarakat Indonesia. Meninggalkannya sepenuhnya justru bisa membuat pola makan sehat terasa seperti pengorbanan, bukan gaya hidup.
Beras Low GI Beras Organik Jatiluwih hadir sebagai alternatif. Dengan indeks glikemik tersertifikasi sebesar 54,96, beras ini menawarkan pilihan dengan GI lebih rendah bagi mereka yang ingin lebih bijak menjaga kadar gula darah, tanpa harus meninggalkan nasi dari menu makan sehari-hari.




















