EVENTGUIDE.ID – Krista Exhibitions kembali menunjukkan konsistensinya menghadirkan ALLPrint Indonesia 2026, pameran internasional yang menghadirkan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan industri percetakan dan grafika.
Diikuti lebih dari 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara, antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan bakal berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional, tetapi telah berkembang ke berbagai kebutuhan industri yang saling berkaitan.
“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” kata Daud D. Salim di Jakarta, Selasa (22/9).
Mengalami Perkembangan Pesat
Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung. Gelaran ini juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Kolaborasi ini memperluas cakupan ekosistem industri percetakan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan beragam teknologi, produk, dan solusi industri.
“Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” lanjutnya.
Daud menambahkan melalui ALLPrint Indonesia 2026, pelaku industri dapat melihat secara langsung perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, software hingga berbagai solusi pendukung industri grafika.
Menurutnya kehadiran teknologi ini menjadi semakin relevan di tengah kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas produksi, serta menyesuaikan produk dengan perkembangan permintaan pasar.
“ALLPrint Indonesia 2026 memberikan ruang bagi pengunjung untuk memperoleh informasi langsung dari produsen dan penyedia teknologi, melihat demonstrasi mesin dan produk, serta memahami penerapan solusi sesuai kebutuhan produksi,” jelas Daud D. Salim.
Perluas Jaringan
ALLPrint Indonesia 2026 memperkuat perannya sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
Pertemuan tersebut membuka ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan, menemukan mitra dan pemasok baru, bertukar informasi mengenai perkembangan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.
Bagi perusahaan yang tengah mengembangkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran menjadi ruang untuk memperoleh referensi sebelum mengambil keputusan.
Sedangkan bagi pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi langsung dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, serta mendapatkan gambaran mengenai teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan produksi.
Ragam Program
ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha.
Salah satunya adalah seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.
Agenda lainnya berupa seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.
ALLPrint Indonesia 2026 juga menggelar Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).
Beragam agenda tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku industri, dengan pembahasan yang mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan industri grafika.
“Mempertemukan antara teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor terkait untuk mengikuti perkembangan teknologi, memperoleh referensi solusi produksi, serta membangun koneksi bisnis,” ujar Daud D. Salim.
Optimisme
Di era saat ini hampir semua didominasi teknologi dan digital. ALLPrint 2026 menjadi jawaban cerdas bahwa industri ini tetap eksis dan terus menunjukkan eksistensinya.
Terbukti industri percetakan Indonesia pada 2026 menunjukan pertumbuhan stabil dengan proyeksi kenaikan sekitar 3,39% hingga mencapai pertumbuhan kumulatif stabil di kisaran 11,42%.
Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri kemasan (packaging) dan label yang melonjak hingga 20% serta textile printing sekitar 15% yang didukung oleh penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM. Tren utama yang berkembang adalah pergeseran dari percetakan massal menuju percetakan digital dan personal.
Perkembangan tersebut turut mendorong kebutuhan industri percetakan untuk beradaptasi dengan teknologi dan solusi produksi yang semakin beragam.
Transformasi digital, perkembangan digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi menjadi bagian dari perubahan yang membentuk arah industri percetakan saat ini.
So jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung perkembangan terbaru teknologi dan solusi industri percetakan di ALLPrint Indonesia 2026.
Bagi pengunjung yang ingin hadir dapat melakukan registrasi melalui tautan: https://staging.kristaonline1.com/visitor/allprintindonesia.




















