EVENTGUIDE.ID – Terus memperkuat pertumbuhan sektor pariwisata melalui promosi, pengembangan pasar, dan perluasan jejaring bisnis digelar Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.
Gelaran yang berlangsung pada pada 15-7 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta ini merupakan hasil kolaborasi antara Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini mengusung visi untuk membangun B2B Tourism Tradeshow Indonesia berkelas dunia, sekaligus menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan para pengambil keputusan dan buyer dari berbagai pasar
“WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ungkap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Di waktu yang sama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo saat membacakan keynote speech Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah juga mendorong penguatan industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dengan menarik lebih banyak acara bisnis internasional dan menghubungkan penyelenggara dengan pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut memerlukan kolaborasi erat antara Pemerintah dan industri agar potensi destinasi dapat diterjemahkan menjadi peluang usaha, investasi, dan lapangan kerja yang lebih luas.
“Visi kita sangat jelas. Pariwisata perlu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memberdayakan masyarakat lokal, menarik investasi berkelanjutan, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” kata Wamenko Dradjad.
Sementara Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum GIPI menyampaikan Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional.
“Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad, dengan semangat untuk terus memperkuat perannya sebagai kota global dan pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata,” ujarnya.
WITF 2026 sendiri mempertemukan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor industri pariwisata Indonesia. Para peserta mencakup tour operator, travel agent, hotel, transportation company, airlines, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai produk dan layanan wisata penunjang lainnya.
Pada sisi permintaan (demand), WITF 2026 mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara, yang akan dipertemukan dengan para exhibitor Indonesia melalui rangkaian business matching.
Selain pasar internasional, WITF juga memperluas cakupan business matching dengan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional.
WITF 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri, untuk melakukan promosi destinasi, sekaligus membangun hubungan bisnis yang konkret dengan potential buyers dari pasar mancanegara maupun domestik.
“Kondisi global saat ini yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif. WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” ujar Budi Tirtawisata, Ketua Steering Committee WITF 2026.



















