EVENTGUIDE.ID — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus memperkuat ekosistem digital di daerah melalui program Creative Hub for App Talent (CHAT) 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Mengusung tema “Pengembangan Aplikasi dengan AI”, kegiatan ini mendorong talenta digital lokal memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan produk aplikasi inovatif yang bermanfaat, aman, dan memiliki nilai ekonomi.
Dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir pada Sabtu (17/10), kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta terpilih dari 168 pendaftar. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, akademisi, serta masyarakat yang memiliki minat dalam pengembangan teknologi digital.
Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenekraf untuk memperluas akses peningkatan kompetensi digital sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor aplikasi di luar kota-kota besar.
Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf/Badan Ekraf, Dr. Sabartua Tampubolon, yang membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI untuk mendorong kreativitas dan menghasilkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“AI adalah alat bantu untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan pengganti kreativitas itu sendiri,” ujar Sabartua.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan kemampuan memahami persoalan, mengenali kebutuhan pengguna, menentukan solusi yang tepat, serta memastikan produk aplikasi aman dan mudah digunakan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya mempercepat proses pengembangan, tetapi juga membantu menghasilkan produk digital yang berkualitas dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Sumber Inspirasi
Kabupaten Samosir memiliki potensi lokal yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan aplikasi, mulai dari pariwisata, UMKM, hingga pelayanan publik. Melalui program CHAT, talenta digital didorong untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitarnya dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat transformasi digital, khususnya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, S.T., M.M., yang hadir mewakili pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran berbasis praktik mengenai vibe coding, yaitu pendekatan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan AI untuk membantu proses penulisan dan penyempurnaan kode berdasarkan instruksi pengguna. Materi juga mencakup teknik prompt engineering, etika pemanfaatan AI, serta pengenalan risiko keamanan dalam pengembangan aplikasi.
Pelatihan menghadirkan Andri Tri Prasetyo dan Ryan Martin Hidayat, Cyber Security Analyst dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peserta memperoleh pendampingan dalam merancang dan mengembangkan aplikasi web, melakukan kustomisasi usaha, mengintegrasikan katalog produk, membangun dasbor, serta melakukan finalisasi dan pengujian aplikasi.
Aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan ini. Peserta dibekali pemahaman mengenai risiko kebocoran data, keluaran AI yang keliru, dan potensi ancaman keamanan dari komponen perangkat lunak.
Pembekalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengembangan aplikasi harus memperhatikan perlindungan data dan kepercayaan pengguna sejak tahap awal.
Melalui pendekatan pembelajaran langsung, CHAT tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan talenta digital. Peserta didorong untuk melanjutkan pengembangan prototipe berdasarkan masukan pengguna dan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga karya yang dihasilkan berpeluang dikembangkan menjadi produk digital yang memiliki nilai tambah.
Kemenekraf berharap pelaksanaan CHAT 2026 di Kabupaten Samosir dapat mendorong terbentuknya komunitas pengembang aplikasi yang aktif dan berkelanjutan. Ke depan, penguatan jejaring dan penjajakan peluang komersialisasi karya diharapkan dapat memperluas kontribusi talenta digital daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Adanya program CHAT, Kemenekraf terus mendorong subsektor aplikasi sebagai salah satu bagian penting dalam mewujudkan ekonomi kreatif sebagai The New Engine of Growth. Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga berkembang dari daerah melalui kreativitas, penguasaan teknologi, dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Tingkatkan Kapasitas Talenta Digital
Creative Hub for App Talent (CHAT) sendiri merupakan program Direktorat Aplikasi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, yang bertujuan meningkatkan kapasitas talenta digital, mengaktifkan ruang kreatif sebagai wadah pembelajaran dan kolaborasi, serta mendorong lahirnya karya nyata di bidang pengembangan aplikasi.
Lewat pembelajaran berbasis praktik dan pemanfaatan teknologi terkini, CHAT diharapkan memperkuat ekosistem subsektor aplikasi yang inovatif dan berdaya saing di berbagai daerah di Indonesia.



















