EVENTGUIDE. ID -Krista Exhibitions kembali menghadirkan KRISTA InterFOOD yang akan dihelat pada 4-7 November 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten.
Memasuki penyelenggaraan ke-27, KRISTA InterFOOD terus memperkuat posisinya sebagai pameran perdagangan dan jejaring bisnis terbesar yang mempertemukan produsen, pemasok, distributor, importir, pembeli, serta profesional industri makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) dari Indonesia maupun berbagai negara.
Hadirnya pameran ini tak terlepas dari ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on- year/yoy) pada kuartal I 2026. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen.
Kinerja ini didukung oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO), menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Pertumbuhan industri makanan dan minuman membuka peluang bisnis yang semakin besar, sekaligus mendorong kebutuhan akan inovasi produk, bahan baku berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan solusi yang mampu meningkatkan daya saing industri.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengungkapkan bahwa KRISTA InterFOOD 2026 merupakan platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jaringan perdagangan, dan memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
Menurutnya selain produk dan teknologi terbaru, pameran ini juga membuka peluang kolaborasi nyata melalui pertemuan antara produsen, distributor, importir, eksportir, investor, dan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala Internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” kata Daud D. Salim di Jakarta, Rabu (28/10).
Skala Lebih Besar
KRISTA InterFOOD 2026 hadir dengan skala yang lebih besar, menempati 11 hall dengan total area pameran seluas 60.000 meter persegi. Pameran ini menghadirkan 1.100 peserta, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara, yaitu Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.
Partisipasi internasional semakin diperkuat melalui kehadiran Paviliun Amerika Serikat (USA), China, dan Thailand yang membawa total 70 peserta. Dengan target 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, KRISTA InterFOOD 2026 menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta membuka akses ke pasar nasional dan internasional.
“Kami optimistis KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,”lanjut Daud D. Salim.
Kolaborasi Tiga Pameran
KRISTA InterFOOD 2026 juga diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo, yang saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan industri makanan dan minuman.
Seafood Show Asia Expo menghadirkan peluang bisnis di sektor hasil laut dan produk perikanan, sementara ALL Indonesia Cooltech Expo berfokus pada teknologi pendinginan dan solusi rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas serta kesegaran produk.
Kolaborasi ketiga pameran ini memberikan akses yang lebih luas bagi pelaku industri untuk menemukan inovasi, menjajaki kemitraan, serta mengembangkan peluang bisnis dari proses produksi hingga distribusi.
Program Unggulan
KRISTA InterFOOD 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mendorong inovasi, meningkatkan kompetensi profesional, memperluas wawasan industri, serta membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha dari Indonesia maupun mancanegara.
Salah satunya Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition program Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara (intermediate product) berbasis sumber daya lokal.
Program ini merupakan upaya mendorong inovasi dan peningkatan nilai tambah produk pangan nasional guna memperkuat pertumbuhan industri dan ketahanan pangan. IFI menjadi wadah bagi pelaku IKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri, sekaligus membuka peluang kemitraan serta memperluas akses pasar nasional dan internasional.
Di sisi kuliner ada La Cuisine Cooking Competition 2026 dan Global Chef Championship 2026 melalui kolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia).
La Cuisine Cooking Competition 2026 akan menghadirkan 1.100 chef untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, dan teknik memasak sesuai standar industri kuliner. Bersama Global Chef Championship 2026, kedua kompetisi ini .menjadi wadah pengembangan talenta kuliner, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme di sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga.
Menghadirkan lebih dari 30 kategori kompetisi traditional dan international cuisine, ajang ini mencakup berbagai bidang kuliner. Kompetisi Kopi – ICAB Competition 2026 dan KIROC, bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia, KRISTA InterFOOD 2026 menghadirkan rangkaian kompetisi kopi yang menjadi wadah bagi para profesional untuk menunjukkan keahlian, ketelitian, dan kreativitas dalam mengolah kopi.
Kompetisi ini sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta pengembangan industri kopi Indonesia. Rangkaian kompetisi meliputi: Krista InterFOOD RoastingCompetition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition
Sedangkan Gelato World Tour 2026 bersama Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) membuka ruang bagi perajin gelato untuk mengeksplorasi resep dan cita rasa baru, termasuk dengan memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia.
Lebih dari 40 Program
Selain kompetisi, penyelenggara menyiapkan lebih dari 40 program yang mencakup seminar, pelatihan, diskusi industri, serta pertemuan bisnis.
Program edukasi melibatkan sejumlah asosiasi, antara lain Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA), serta asosiasi yang bergerak di sektor suplemen kesehatan dan rumput laut.
Salah satu agenda yang dihadirkan ialah seminar GAPMMI mengenai strategi membawa produk pangan ke pasar. Ada pula pembahasan peluang pengembangan produk bernilai tambah dari rumput laut tropis Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Untuk teh, Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) akan meluncurkan program KITA atau Krista Indonesia Tea Artisan.
Program bisnis juga mencakup seminar peluang investasi dan insentif bagi industri makanan Indonesia bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan GAPMMI.
Dalam sesi business matching mempertemukan peserta pameran dengan anggota APRINDO, pelaku usaha Thailand, serta berbagai organisasi industri. Agenda lain melibatkan Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Di sektor perhotelan dan jasa boga, Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC) menghadirkan kompetisi penataan meja, tantangan makan malam bertema candlelight dinner, serta diskusi bisnis bertajuk “Revenue is Vanity, Profit is Reality”.
Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan profesional, meningkatkan kompetensi, serta membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, pemasok, dan pembeli.
Dukungan Penuh
KRISTA InterFOOD 2026 mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berbagai asosiasi industri pangan, kuliner, perikanan, pengemasan, dan perhotelan juga terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Krista Exhibitions melalui pameran ini berharap pelaku usaha nasional tidak hanya memperoleh akses terhadap produk dan teknologi terbaru, tetapi juga mampu membangun kemitraan jangka panjang, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas pasar ekspor.
Pelaku bisnis, produsen, distributor, importir, peritel, pemilik usaha, dan pembeli profesional dapat melakukan registrasi melalui https://register.kristaonline.com/visitor/kristainterfood.
Untuk harga tiket dibanderol Rp250.000 berlaku selama empat hari pameran berlangsung



















