Follow Eventguide.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel
EVENTGUIDE.ID — Pasamuan Agung IV Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) berlangsung megah dan meriah di JIExpo Convention Center & Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/11).
Sejak pagi, ribuan peserta sudah antre di area registrasi sebelum acara dibuka. Tamu-tamu VIP disambut dengan atraksi barongsai.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh hadirin menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Hymne WALUBI”, dilanjutkan pembacaan doa oleh Bhikkhu Sangha dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Tantrayana yang mencerminkan berhimpunnya berbagai aliran agama Buddha dalam tubuh WALUBI.
Setelah laporan Ketua Panitia Pasamuan Agung IV, para peserta disuguhi penayangan multimedia yang merangkum perjalanan WALUBI dari tahun 2017 hingga 2025.
Ketua Umum DPP WALUBI Dr (HC) Dra S Hartati Murdaya dalam sambutannya menegaskan bahwa Pasamuan Agung adalah wadah penting untuk memperkuat soliditas dan kontribusi umat Buddha bagi bangsa.
“Pasamuan Agung ini bukan sekadar forum musyawarah, melainkan momentum memperteguh komitmen umat Buddha dalam membangun Indonesia yang damai, maju, dan berkeadaban. Dalam kesempatan ini seluruh anggota WALUBI kembali diingatkan untuk menerapkan Dharma Agama dan Dharma Negara. Dharma agama yang dianut oleh masing-masing anggota Perwakilan Umat Buddha Indonesia, yang menjadi hak asasinya patut untuk dihormati dan dihargai dengan prinsip non intervensi, demi terwujudnya kesadaran beragama melalui penghayatan dan pengamalan Buddha Dharma. Dharma Negara sebagai wujud pengabdian umat Buddha Indonesia kepada masyarakat, bangsa dan negara, demi terwujudnya umat Buddha yang memiliki kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Hartati Murdaya.
Walikota Administrasi Jakarta Pusat Arifin MAP turut hadir mewakili Gubernur Provinsi DKI Jakarta.
Setelah itu, Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah WALUBI dalam menjaga dan merawat warisan budaya Buddha di Nusantara.
“Tradisi dan nilai-nilai Buddhis telah menyatu dalam sejarah Indonesia. WALUBI memainkan peran penting untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan menjadi inspirasi generasi masa depan,” tutur Fadli Zon dalam sambutannya.
Sementara itu Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi antarumat beragama dalam memperkuat harmoni nasional.
“Umat Buddha memiliki kontribusi panjang dalam menjaga kerukunan. Pasamuan Agung ini menjadi ruang dialog yang sangat strategis untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia,” ujar Menteri Agama.
Momen puncak terjadi saat Menteri Agama, Menteri Kebudayaan, Ketua Umum WALUBI bersama-sama memukul tambur sebagai tanda dibukanya Pasamuan Agung IV secara resmi.
Usai pemukulan tambur, panitia menyerahkan cendera mata kepada Menteri Agama RI dan Menteri Kebudayaan RI sebagai penghormatan atas dukungan mereka. Para tamu kehormatan kemudian mengikuti sesi foto bersama sebelum meninggalkan area utama acara. Suasana hangat berlanjut dalam sesi makan siang dan ramah tamah yang mempertemukan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan yang tertata rapi dan kehadiran tokoh-tokoh nasional, Pasamuan Agung IV WALUBI menjadi momentum penting bagi umat Buddha Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kontribusi kebangsaan, serta menegaskan peran WALUBI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan kehidupan beragama yang harmonis dan berkeadaban.
Acara ini berlangsung secara hybrid, dapat disaksikan melalui livestreaming di YouTube DPP WALUBI https://youtube.com/live/_YKbtI9WGFw?feature=share



















