
EVENTGUIDE.ID – Koelnmesse dan Amara Expo (PT. Amara Pameran Internasional) yang telah berkolaborasi lama kini memasuki fase baru kemitraan dengan pendirian PT. Nine Koeln Indonesia.Â
Kemitraan (Joint Venture) ini bertujuan untuk memajukan industri pameran di Indonesia sekaligus memperluas akses pasar internasional dan jejaring bisnis.
Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pusat perdagangan regional yang semakin penting, Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan tahunan yang stabil berkisar 5% dengan adanya dukungan dari keunggulan demografis yang kuat.
Di saat yang sama, sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di Indonesia juga sedang mengalami momentum yang kuat, dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan mencapai hingga 15% tahun ini.
Membawa latar belakang tersebut, PT. Nine Koeln Indonesia akan berfokus pada peningkatan kualitas pameran dagang, penguatan partisipasi internasional, serta dukungan bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Perusahaan ini diposisikan supaya dapat berkontribusi dalam mewujudkan keinginan Indonesia untuk menjadi pusat utama pameran dagang di kawasan ini.
“Pendirian PT. Nine Koeln Indonesia menandai tonggak penting dalam perjalanan kami bersama Koelnmesse,” kata Etty Anggraeni, Managing Director PT. Nine Koeln Indonesia.
“Sejak kolaborasi pertama kami dalam Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) pada tahun 2017, kami telah. membuktikan nilai yang dibawa dari kemitraan ini. Melalui kolaborasi ini, kami mengambil langkah signifikan ke depan dalam menghadirkan platform berkualitas tinggi dan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku bisnis Indonesia untuk terhubung secara global,” sambungnya
Kemitraan ini didasari oleh sejarah kolaborasi yang kuat antara kedua organisasi, mulai dari IDEC pada tahun 2017, interzum jakarta pada tahun 2024,dan juga International Hardware Fair Indonesia pada tahun 2025.
Pada tahun.2026, kolaborasi ini masih berlanjut dengan interzum jakarta dan juga International Hardware Fair Indonesia, IFFINA+ yang didukung oleh IMM Cologne, dan IFMAC WOODMAC, yang kesemuanya akan diselenggarakan pada bulan September 2026 ini.
Sejak 2020, Amara Expo juga telah bertindak sebagai mitra penjualan resmi Koelnmesse di Indonesia, dan ini mencerminkan pertumbuhan kemitraan yang stabil.
“Kerja sama kami dengan Amara Expo telah secara konsisten membuahkan hasil yang memuaskan di berbagai kegiatan,” ucap Mathias Kuepper, Managing Director sekaligus Presiden Regional APAC, Keolnmesse.
“Pendirian PT. Nine Koeln Indonesia memperkuat komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia dan memungkinkan kami untuk semakin menghubungkan portofolio global kami dengan pasar Indonesia yang dinamis ini,” imbuhnya.
Sebagai salah satu penyelenggara pameran dagang terkemuka di dunia, Koelnmesse memiliki pengalaman lebih dari seratus tahun dan pencapaian global yang kuat pada berbagai sektor utama, termasuk makanan & minuman, kedokteran gigi, furnitur, perangkat keras, dan manufaktur.
Di seluruh kawasan Asia-Pasifik, Koelnmesse saat ini menyelenggarakan sekitar 20 pameran dagang, dan menjadi bagian dari portofolio globalnya yang mencakup lebih dari 80 pameran dagang, serta menarik sekitar 49.000 peserta pameran dari 129 negara dan sekitar 2,5 juta pengunjung di seluruh dunia.
Berbekal pengetahuan mendalam Amara Expo mengenai pasar lokal serta kapabilitas operasionalnya, sinergi ini akan mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menjangkau pasar yang lebih luas, menghubungkan standar internasional dengan keahlian lokal, serta membuka peluang-peluang baru yang lebih beragam.
Melihat portofolio acara yang sudah mapan, PT. Nine Koeln Indonesia akan terus menyelenggarakan sejumlah pameran dagang pada tahun 2026, termasuk edisi ke-2 interzum jakarta (24-27 September 2026), International Hardware Fair Indonesia (24-27 September 2026), IFFINA+ yang didukung oleh IMM Cologne (24-27 September 2026), dan IFMAC WOODMAC (23-26 September 2026).
Pameran-pameran ini menyoroti peran kemitraan ini dalam memperluas wadah bagi industri dan memperkuat koneksi Indonesia ke pasar global.



















