
EVENTGUIDE.ID -Pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 selama empat hari di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan telah resmi ditutup pada Minggu, 26 April 2026 lalu
Bertajuk #DAREtoXPLORE: Waves of
Collaboration, DXI 2026 menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam pengembangan industri diving, outdoor, dan adventure lifestyle.
DXI 2026 juga berkolaborasi dengan Asia Dive Expo (ADEX) untuk lebih memantapkan posisi Indonesia sebagai pusat wisata bahari dan destinasi diving kelas dunia. Selain itu juga memperkuat ekosistem marine tourism, industri petualangan, olahraga ekstrem, dan gaya hidup outdoor di tingkat global.
Selama empat hari, DXI 2026 menorehkan pencapaian dengan didatangi kurang lebih 13.500 pengunjung. Di sisi transaksi mencatatkan total berkisar Rp11 miliar.
Penyelenggaraan DXI 2026 menghadirkan 137 peserta pameran. Beberapa peserta internasional juga turut ambil bagian, di antaranya Marset Diving, Maldives Legend, Alsafe, Junior Scuba, Hot Dive, Cozy Scuba, Utopia Adventure.
Mereka menampilkan beragam produk
dan inovasi di bidang aktivitas outdoor, petualangan, penyelaman, olahraga air, hingga olahraga ekstrem. Semakin menarik karena dihadiri oleh para produsen lokal yaitu Javasidemount, Iwani, Hypocampus, Archipelago, Aryasurfcamp, Kluk, Azura Indonesia,
Ragam perlengkapan adventure juga hadir seperti RESPIRO, NJS helmet, Eiger, Alltrek, Madlife. Aneka penawaran promo hingga 70% untuk perlengkapan diving, overland, dan outdoor gear.
DXI 2026 menghadirkan berbagai program edukasi dan inspirasi. Tercatat 33 sesi talkshow berlangsung selama empat hari, menghadirkan berbagai pakar dan praktisi di bidang diving,
outdoor gear, fotografi, hingga sustainability.
Beberapa topik yang dihadirkan berupa “Hidden Paradise: Maluku Utara Uncovered” oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang juga dive enthusiast. Ia membahas bagaimana Maluku Utara menyimpan begitu banyak keindahan yang belum tereksplorasi, mulai dari keindahan bawah laut hingga keindahan gugusan pulau dan pegunungan.
Talkshow bersama Kirana Larasati juga tak kalah serunya. Ia membahas pengalaman eksplorasi bawah laut hingga kedalaman 120 meter yang berhasil mencatatkan rekor MURI.
Di sesi ini, Kirana bersama Insta 360 berbagi cerita mengenai tantangan menyelam di kondisi minim cahaya, tekanan tinggi, serta pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam melakukan penyelaman di kedalaman tertentu.
Kirana juga menyoroti bagaimana teknologi kamera berperan dalam mendokumentasikan keindahan bawah laut yang jarang terlihat oleh publik. Melalui visual yang dihasilkan, eksplorasi laut menjadi pengalaman personal, juga menjadi medium storytelling yang kuat.
Sementara talkshow bertajuk Wanadri Women Divers Expedition-Ibu karang : Coral Transplantation and Beyond oleh Rita Rachmawati, Ratih C. Sari, dan
Endah Sulistianti dipandu Ramon Y. Tungka mengangkat kisah inspiratif para penyelam perempuan dalam pelestarian ekosistem laut.
Para narasumber membahas bagaimana kegiatan transplantasi karang berkembang dari sekadar aksi lapangan menjadi gerakan yang memiliki dampak sosial, edukatif, dan ekologis.
Di area workshop tercatat 11 sesi workshop, menghadirkan berbagai pakar dan praktisi di bidan Underwater Photography. Beberapa topik yang diangkat, salah satunya, ” Beyond Pretty Pictures: Creating Underwater Visuals That Tell a Story” oleh Ribka Malise.
Ia berbagi pengalaman serta tips
dalam menciptakan sebuah foto yang indah dan dari foto tersebut dapat bercerita secara visual.
Ribka menjelaskan bahwa ketepatan waktu dan momen membuat sebuah karya foto menjadi lebih hidup dan berkesan, tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga dapat membawa penikmatnya masuk ke sebuah foto.
Sesi workshop bertajuk “Is Underwater Photography Stressful or Fun?” oleh yang Imran Ahmad. Di sesi ini, peserta diajak memahami dinamika fotografi bawah laut, mulai dari tantangan teknis, kondisi lingkungan yang tidak terduga, hingga bagaimana menjaga ketenangan dan fokus saat mengambil gambar di dalam air.
Di area kompetisi DXI 2026 menggelar 11 kompetisi dari berbagai komunitas, seperti underwater Shootout Wide, Underwater Shootout Macro, Adventure Shootout, Airsoft Tactical Double Weapon, Airsoft Sniper Alley, Airsoft Gear Contest, Airsoft Time Shooting, Mermaid Competition, Underwater Dance Competition, Underwater Modeling Competition, Tarik Mobil Overland.
Peserta kompetisi juga hadir dari mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Korea, hingga Australia.
Irfant Rifani, Project Manager DXI 2026, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi kuat dari berbagai pihak.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa sepanjang empat hari ini pameran dan ini menjadi bukti bahwa minat terhadap dunia petualangan dan konservasi di Indonesia terus berkembang. Harapannya, DXI bisa terus menjadi platform yang mendorong aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan ke depannya,” ungkapnya.
Penutupan DXI 2026 dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Underwater Shootout competition, Mermaid Competition, Underwater Dance Competition, dan Underwater Modeling Competition hingga pengumuman pemenang Grand Prize perjalanan ke Maladewa.
Pencapaian luar biasa pada tahun ini, DXI 2026 menegaskan perannya sebagai platform utama bagi pelaku industri dan penggemar diving serta aktivitas petualangan.



















