EVENTGUIDE.ID – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi penyelenggara Jakarta Dessert Week (JDW) 2026 di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta.
Pertemuan membahas penyelenggaraan JDW 2026, peluang sinergi dengan Kementerian Ekraf, serta penguatan gastronomi sebagai sarana promosi ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.
“Ini ide yang luar biasa karena mampu mengintegrasikan chef, pelaku industri, masyarakat, hingga pemerintah dalam satu ekosistem,” ujar Menteri Ekraf.
Kementerian Ekraf juga akan menjajaki koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memperkenalkan JDW melalui jejaring perwakilan diplomatik Indonesia sebagai bagian dari promosi gastronomi nasional.
“Gastronomi dapat menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia. Kita bisa memperkenalkan Jakarta Dessert Week melalui jejaring kedutaan sebagai bagian dari promosi ekonomi kreatif Indonesia,” kata Menteri Ekraf.
Pihak penyelenggara dalam pertemuan tersebut memaparkan perkembangan JDW yang memasuki penyelenggaraan kedelapan sejak pertama kali digelar pada 2019. Festival di bawah naungan Indonesia Dessert Week tersebut telah berekspansi ke Medan dan Bandung serta menjadi bagian dari GADO GADO Cultural Network, jejaring berbagai festival kreatif nasional.
JDW 2026 akan diselenggarakan pada 1-20 September 2026 dengan mengusung tema “Dangdut” sebagai representasi budaya populer Indonesia. Tema tersebut akan diterjemahkan ke dalam kreasi menu, identitas visual, hingga rangkaian kegiatan festival yang meliputi Industry and Media Gathering, City Takeover, Dessert Markt, dan Golden Swirl Awards 2026.
Co-Founder Jakarta Dessert Week, Manpalagupta Sitorus mengatakan, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif melalui pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, tema “Dangdut” dipilih sebagai medium untuk menghubungkan kreativitas di bidang kuliner dengan musik, desain, dan seni.
“Jakarta Dessert Week tidak lagi hanya berbicara tentang dessert. Kami ingin membangun kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif melalui tema yang dekat dengan budaya Indonesia. Karena itu kami memilih Dangdut sebagai inspirasi agar kuliner dapat terhubung dengan musik, desain, hingga seni,” ujar Manpalagupta.
Audiensi juga membahas gagasan Jakarta Creative and Cultural Month, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan berbagai festival kreatif dalam satu kalender promosi bersama.



















