EVENTGUIDE.ID – SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 telah berlangsung pada 4–6 .November 2026 di Hall B dan C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta
Pameran dagang industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) ini
menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan berbagai pasar internasional.
Melalui platform business-to business/B2B, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri F&B.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menyoroti SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.
“Pameran ini menjadi momentum untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar global,” kata Fajarini.
Ia menambahkan kinerja ekspor makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari–Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai USD 4,49 miliar, meningkat 13,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
“Kehadiran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dapat kita jadikan momentum untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang dan menghasilkan kerja sama yang konkret,” imbuhnya.
Henri Tan, Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, menyampaikan industri F&B Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, didukung oleh pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian yang melimpah, serta ekosistem kewirausahaan yang dinamis.
“Peran SIAL Network sebagai jembatan dua arah, yang menghubungkan produsen Indonesia dengan pembeli dan mitra bisnis internasional, sekaligus memperkenalkan peluang bisnis di Indonesia kepada pelaku usaha global,” ujar Henri.
Pameran ini menghadirkan berbagai merek dan perusahaan terkemuka dari dalam maupun luar negeri.
Diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026, pameran ini juga menghadirkan berbagai solusi transportasi, logistik, dan rantai dingin (cold chain) bagi industri F&B.
Pameran internasional ini juga mendapat dukungan dari sejumlah kementerian di Indonesia, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Kementerian Pariwisata.
Dukungan tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan 18 asosiasi industri dan komunitas profesional. Beberapa di antaranya adalah Indonesian Chef Association (ICA), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Cokelat Bean to Bar Indonesia (ACBI), Association of Indonesia Specialty Tea (AISTEA), Sustainable Spices Initiative Indonesia (SSI-I), serta berbagai asosiasi dan komunitas lainnya di sektor F&B.







