EVENTGUIDE.ID – Satu dekade Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS), Indonesia Professional Organizer Society & Dewan Industri Event Indonesia.(IVENDO) menggelar IPOS Vol. 10 pada 28–30 April 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta dengan dukungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Acara pembukaan IPOS Vol. 10 yang dihadiri Wamenpar Ni Luh Puspa pada Selasa (28/4) ini mengusung tema “A Decade of Impact: Independent, Resilient, Progressive”, menandai 10 tahun perjalanan sebagai forum B2B paling strategis di industri MICE, event, dan pariwisata Indonesia.
“IPOS bukan sekadar sebuah event, tetapi gerakan bersama untuk memajukan, meningkatkan profesionalitas, dan mengangkat martabat industri MICE serta event Indonesia di panggung nasional dan global,” ujar Ni Luh Puspa dalam sambutannya.
Forum ini hadir sekaligus menjawab kebutuhan industri event Indonesia yang bernilai lebih dari Rp 84,4 triliun per tahun kini memasuki fase baru: dari sekadar eksekusi menjadi orkestrasi.
Pendiri IPOS, Harry D.Nugraha menyampaikan berbeda dari pameran atau expo konvensional, IPOS-X mengusung pendekatan curated market-menghadirkan decision-makers, bukan sekadar keramaian. Pendekatan ini terbukti menghasilkan 454+ business leads dan potensi revenue lebih dari Rp396 miliar pada 2026.
“Mass market creates exposure. Curated market creates transaction. IPOS memilih yang kedua,” ujar Harry D.Nugraha.
Ketua Umum IVENDO, Irvan Mahidin di tempat sama mengatakan meski memiliki lebih dari 10.000 event per tahun dan melibatkan 8,77 juta tenaga kerja, industri event Indonesia masih menghadapi tantangan fundamental.
“Belum adanya ‘control tower’ yang mengintegrasikan data, demand-supply, dan konversi bisnis, itu yang masih menjadi kendala,” ungkapnya.
Keberadaan IPOS-X saat ini menjadi jawaban strategis dengan menghadirkan 4 pilar utama: IPOS Smart Forum Insight berbasis data & tren industri, Business Presentation-Akses langsung ke buyer berkualitas, 360° Business Networking-Deep deal-making, bukan superficial networking dan Champion’s Night-Membangun trust & social capital industri High-Value, Low-Noise.
“IPOS-X adalah high-touch B2B, bukan high-noise expo!” ujar Grace Jeanie, Wakil Ketua Umum III DPP IVENDO yang juga membawahi Divisi Humas ini.
“Tahun ini ada 160 delegasi buyers dan 70 delegasi sellers yang mendaftar, forum ini menciptakan deal density tinggi dan efisiensi waktu yang maksimal,” imbuhnya.
Pendekatan ini menghasilkan conversion rate signifikan, dengan mayoritas transaksi berada pada tahap confirmed (37.86%) dan 80% in progress (39.81%), sebuah indikator kuat bahwa IPOS bukan sekadar forum, tapi mesin konversi bisnis.
Mendorong Transformasi Industri IPOS-X juga meng-address isu global dan domestik seperti Digitalisasi & AI dalam event management, ESG (Environmental, Social, and Governance), Efisiensi anggaran dan financial governance, Risiko operasional dan proteksi event.
Sebagai informasi IPOS dan penyelenggaraan Indonesian Professional Organizers Summit (IPOS) adalah forum B2B terkemuka yang didedikasikan untuk memajukan profesi event management di Indonesia.
Memiliki misi mempromosikan keunggulan, profesionalisme, dan kolaborasi di antara para pelaku industri acara, IPOS memainkan peran penting dalam membentuk lanskap industri penyelenggaraan event di Indonesia

















