
EVENTGUIDE.ID – Buitenstage Vol. 7, program musik dwi-mingguan yang diinisiasi oleh Buitenfest bersama Cadazz Pustaka Musik kembali ‘menghangatkan’ Kopi Wangsa, Bogor, Kamis (7/5).
Didukung oleh berbagai media online musik dan ekosistem kreatif independen, Buitenstage terus menjaga semangatnya sebagai ruang alternatif yang terbuka bagi eksplorasi musikal, pertemuan ide, dan pertumbuhan ekosistem musik lokal.
“Buitenstage selalu kami bayangkan sebagai ruang yang cair, tempat musisi, penonton, dan pelaku kreatif bisa bertemu tanpa sekat genre maupun generasi,” kata Nanang Yuswanto dari Buitenfest.
Di edisi ketujuh ini, Buitenstage menghadirkan empat entitas musik dengan karakter dan pendekatan yang berbeda-beda.
Andy Lee Ghouw, solois pop ini tampil sebagai pembuka bersama format full band membawakan materi-materi single yang pernah dirilis dengan nuansa cheerfull, termasuk single terbarunya “Rumit” dan “Enjoy Your Life” yang membuat penonton sing-a-long.
Selanjutnya ada Lleiruz, solois multi-instrumen yang tampil dalam format akustik dengan pendekatan musikal yang intim dan reflektif. Ia membawakan materi dari EP terbarunya, “Insincerely Yours” diantaranya Prayer (intro), Blue, Mestinya, dan Closure, yang dirilis Januari lalu.
Menurutnya penampilan ini dalah perpanjangan rasa dari proses produksi EP yang ia sebut sangat emosional.
Kejutan lain datang dari duo akustik asal Bogor, Medilog yang menghadirkan dinamika ringan namun penuh kedekatan dengan audiens. Ia membawakan single terbaru bertajuk “You’ ll Be Fine”, sekaligus menciptakan momen spesial dengan memperdengarkan “Jumpa” untuk pertama kalinya di depan publik.
Lagu yang telah diciptakan sejak 2023 namun belum resmi dirilis ini menjadikan penampilan Medilog sebagai catatan sejarah kecil yang manis bagi para pendengar yang hadir.
Partikel Penyusun Atom tampil sebagai penutup hadir dengan formasi tiga personel eksperimental yang membawa energi eksploratif dan performa yang lepas, menghadirkan pengalaman musikal yang unik sekaligus tak terduga bagi para penonton yang hadir malam itu.
“Aksi panggung mereka ‘gokil’ dan eksplosif, bener-bener penutup yang pas,” ujar Ndoro salah satu penonton.
Buitenstage sebagai program reguler lahir bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi ruang tumbuh bersama bagi ekosistem kreatif lokal. Buitenfest dan Cadazz Pustaka Musik percaya bahwa kota dengan denyut kreativitas seperti Bogor membutuhkan ruang-ruang alternatif yang konsisten untuk mempertemukan karya, komunitas, dan kolaborasi.
“Kami ingin membangun ekosistem yang hidup, berkelanjutan, dan memberi ruang bagi keberanian bereksperimen. Karena kami percaya bahwa musik yang bagus tidak harus selalu datang dari industri besar, tapi dari ketulusan untuk terus bersuara dan ruang yang mau mendengarkan,” ujar Nanang.
Sementara itu, Fransiscus Eko, dari Cadaazz Pustaka Musik melihat Buitenstage sudah layak menjadi salah satu fasilitas untuk menguji mental dan kemampuan teknis musisi baik itu solois atau group band.
“Para musisi bisa mendapatkan pengalaman berharga manggung di Buitenstage, apalagi buat mereka yang berasal dari luar Bogor. Tampil prima diatas panggung itu gak gampang, memperkenalkan karya kita di hadapan penonton yang gak ngerti siapa kita pun bakal susah,” ujar Franciscus Eko.
*Panjangnya durasi tampil yang kita sediakan, dengan area panggung yang baik serta service sound system yang cukup apik, para musisi bisa mengeksplorasikan kreatifitas mereka di acara ini dengan nyaman,” lanjutnya.
Berbekal semangat tersebut, Buitenstage akan terus berjalan sebagai bagian dari upaya merawat denyut musik independen Bogor melalui pendekatan yang intim, inklusif, dan berorientasi pada kolaborasi lintas komunitas.




















