EVENTGUIDE.ID – Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo akan kembali menggelar International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026.
Pameran kemitraan dan bisnis ini akan
berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, sekaligus menandai penyelenggaraan edisi ke-25.
Tahun ini IFRA mengangkat tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising”, merespons dinamika pasar kemitraan yang terus bergerak. Penekanannya ada pada standardisasi usaha yang aman, legal, dan transparan, dengan harapan ekosistem bisnis kemitraan semakin akuntabel dan turut mengakselerasi pertumbuhan UMKM nasional.
Dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan IFRA 2026 juga disampaikan oleh Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Franciska.Simanjuntak yang melihat sektor kewirausahaan dan kemitraan sebagai salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional, yang rasionya saat ini baru 3,29 persen dan masih tertinggal dari negara tetangga. Sistem waralaba menjadi salah satu jalur strategis karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini. Salah satunya melalui berbagai program seperti Campuspreneur.
“Kami terus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mendukung ekosistem kemitraan bisnis yang legal dan akuntabel, sejalan dengan semangat IFRA 2026,” sambungnya.
Pakar dan praktisi waralaba sekaligus Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar menambahkan pentingnya keunikan dan sistem yang kuat dalam membangun bisnis waralaba, khususnya di sektor kuliner yang menjadi salah satu sektor dengan potensi terbesar di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang belum banyak digarap menjadi bisnis waralaba yang terstandardisasi.
Anang juga menyampaikan bahwa sistem dan business format yang jelas menjadi kunci keberhasilan sebuah bisnis waralaba.
“Waralaba itu sebetulnya konsep pemasaran sekaligus strategi perluasan usaha, di mana harus ada business format dan sistem yang jelas di dalamnya. Indonesia punya banyak jenis masakan dan kekayaan kuliner yang masih bisa dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.
Ia menyayangkan kalau usaha-usaha ini dibangun asal-asalan tanpa sistem yang kuat, padahal disetiap negara, sektor F&B berkontribusi sekitar 50 sampai 55 persen terhadap ekonominya.
“Jadi kalau mau bicara kemitraan, harus ada keunggulan dan keunikan yang tidak mudah ditiru orang lain. Saya percaya Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan ini, tapi tentu butuh dukungan dari semua pihak,” sambung Anang.
Sejalan dengan besarnya potensi yang disampaikan Anang, penyelenggaraan IFRA 2026 turut dirancang dengan skala yang lebih besar untuk dapat mengakomodasi pertumbuhan minat
masyarakat terhadap bisnis kemitraan dan waralaba di Indonesia.
Dyandra Promosindo memastikan pameran tahun ini hadir dengan cakupan peserta dan pengunjung yang lebih luas dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menambahkan bahwa IFRA 2026 menargetkan kehadiran 250 merek unggulan dari 175 perusahaan, dengan proyeksi 30.000 pengunjung secara hibrida.
“Kami berharap IFRA dapat menjadi ruang temu yang strategis bagi pelaku usaha, pemilik brand, dan calon mitra untuk saling mengenal model bisnis masing-masing, sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama,” ujar Daswar.
Sejumlah program telah disiapkan di antaranya Business Talkshow, IFRA Women’s Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, serta The 10th IFBCC (Ifrapreneur Business Concept Competition) sebagai ajang kompetisi
konsep bisnis bagi calon entrepreneur.
Pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan interaktif seperti IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Business Mascot Competition yang menghadirkan sisi seru dan menghibur dari dunia bisnis.
Ragam sektor usaha turut hadir di IFRA 2026, mulai dari makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, dan sektor usaha lainnya.
Selain pameran, IFRA 2026 kembali menghadirkan IFRApreneur Business Concept Competition (IFBCC) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Kompetisi business plan bagi mahasiswa ini sudah melalui proses kurasi sejak pendaftaran pada April 2026, dilanjutkan dengan penjurian dan coaching clinic pada akhir Juni, hingga terpilihnya 12 tim terbaik.
Tiga tim berhasil melaju sebagai finalis yaitu: BANASENTRA – Universitas Komputama Cilacap, KIDDIENARIES – BINUS University dan OKANE-Institut Teknologi Bandung.
Ketiga finalis tersebut akan memaparkan ide bisnis mereka secara langsung di depan juri dan pengunjung melalui sesi presentasi akhir (final pitch) di IFRA. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dalam rangkaian IFRA Awards & Business Night, pada 30 Agustus 2026, di Main Stage IFRA, ICE BSD City.
Tiket masuk IFRA 2026 dibanderol Rp60.000 dan sudah dapat dipesan lebih awal melalui www.ifra-indonesia.com atau dibeli on the spot pada hari pelaksanaan, 28–30 Agustus 2026.
Khusus pemesanan tiket secara online hingga 27 Agustus 2026, pengunjung dapat menikmati promo buy 1 get 1.




















