EVENTGUIDE.ID – KRISTA InterFOOD berkolaborasi bareng World Association of Chefs’ Societies (WorldChefs) dan Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia menggelar kompetisi kuliner berskala internasional The 8th La Cuisine Culinary Competition 2026.
Ajang ini mengadu kemampuan mengolah masakan lebih dari 1.000 juru masak (chef) dari 10 negara dengan menghadirkan kategori perlombaan, mulai dari kompetisi profesional, pastry, hingga gelato.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan, La Cuisine 2026 menghadirkan lebih dari 30 kategori kompetisi yang mencakup beragam bidang kuliner, mulai dari hot cooking, pastry, bakery, confectionery, hingga tantangan mengolah hidangan tradisional Nusantara.
“La Cuisine tidak hanya menguji keterampilan teknis para chef. Ajang ini juga memperkuat ekosistem bisnis makanan dan minuman melalui pengenalan inovasi bahan pangan lokal maupun global,” ungkapnya
Sementara Sekretaris Jenderal WorldChefs, Temmy Rahmat menyampaikan ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi chef muda untuk mengembangkan kemampuan dan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke dunia internasional.
“Ajang ini menjadi bagian dari program internasional dan mendapat pengakuan global dan masuk dalam kalender kegiatan WorldChefs,” tutur Temmy.
Ia menegaskan terdapat sejumlah tantangan global yang diangkat dalam kompetisi tersebut. “Khusus kategori gelato, WorldChefs menjalin kerja sama dengan 10 negara untuk memperkuat penyelenggaraan kompetisi sekaligus membuka peluang bagi chef Indonesia berkiprah di tingkat internasional,” sambungnya.
KRISTA InterFood 2026 juga menghadirkan kelas kuliner yang memperkenalkan kekayaan makanan tradisional Indonesia, khususnya jajanan pasar.
“Program ini memberikan kesempatan kepada para chef dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat cita rasa dan karakter kuliner Nusantara,” ujar Temmy.
Peserta juga diperkenalkan dengan makanan khas negara lain, seperti Thailand dan Malaysia, serta berbagai kreasi hidangan, termasuk tumpeng.
“Ajang ini juga melibatkan juri dan praktisi kuliner dari sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, dan Thailand,” imbuhnya.
Temmy mengungkapkan sekitar 80 persen peserta kompetisi merupakan generasi muda. Bahkan, sekitar 40 persen peserta merupakan anak muda Indonesia yang mampu menghadirkan kreativitas serta menghasilkan karya membanggakan.
“Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan industri kuliner karena semakin banyak anak muda yang tertarik mengembangkan kreativitas dan menekuni profesi chef,” jelas Temmy.
Ia menegaskan penampilan bukan satu-satunya hal yang penting. Rasa tetap harus menjadi perhatian utama. “Jangan sampai makanan hanya terlihat cantik dan menarik, tetapi kualitas rasanya tidak diperhatikan,” tegasnya.
Temmy berharap, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh peserta melalui kompetisi ini dapat menjadi bekal ketika memasuki industri kuliner profesional.
“Sertifikat dan pengakuan internasional yang diperoleh juga diharapkan dapat memperkuat portofolio serta membuka peluang pengembangan karier mereka,” tutupnya.






