EVENTGUIDE.ID – Kawasan Taman Nasional (TN) Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menghadirkan eksotisme yang tak terbatas.
TN Bantimurung Bulusaraung memiliki beragam keunggulan dan daya tarik wisata kelas dunia. Salah satunya adalah kekayaan keanekaragaman kupu-kupu yang menjadikan Bantimurung dikenal sebagai “The Kingdom of Butterfly” dan menjadi habitat bagi berbagai spesies kupu-kupu, termasuk jenis langka dan endemik.
Kawasan ini juga memiliki bentang alam karst yang luas dengan panorama tebing-tebing karst yang khas dan menjadi bagian penting dari kekayaan geologi kawasan Maros-Pangkep yang telah mendapat pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Selain memiliki kekayaan geologi, kawasan konservasi ini menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna endemik Sulawesi, di antaranya kera hitam Sulawesi (Macaca maura) dan kuskus beruang.
TN Bantimurung Bulusaraung juga menawarkan daya tarik wisata alam berupa air terjun serta jaringan gua alam dengan kekayaan stalaktit, stalagmit, dan nilai arkeologi yang memperkuat potensi kawasan sebagai destinasi wisata alam, edukasi, dan konservasi.
Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Bantimurung Bulusaraung sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang tetap menempatkan pelestarian lingkungan serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian utama dalam pengelolaannya.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan keamanan, keselamatan, dan kebersihan adalah fondasi utama sektor pariwisata.
“Fasilitas dasar seperti penandaan jalur evakuasi yang jelas dan ketersediaan kamar mandi yang bersih merupakan standar mutlak yang harus dijaga untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, ujar Wamenpar Ni Luh di sela-sela peninjauannya di TN Bantimurung Bulusaraung.
Wamenpar Ni Luh juga berdiskusi dengan para pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola kawasan, serta pemandu wisata. Diskusi tersebut membahas strategi penguatan kapasitas pelaku pariwisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di sekitar taman nasional agar dapat semakin berperan dalam pengembangan pariwisata kawasan.
“Saya berharap Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga menjadi contoh konkret pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.



















