EVENTGUIDE.ID – KRISTA InterFOOD Roasting Competition (KIROC), sebuah kompetisi sangrai kopi yang mempertemukan para roaster terbaik dari berbagai daerah di Indonesia dihelat pada 4 November 2026 di NICE, PIK2, Tangerang.
Ajang ini sekaligus menjadi wadah bagi para pelaku usaha kopi untuk menguji kemampuan, meningkatkan kualitas sangrai, dan memperluas peluang bisnis di industri kopi.
Head Crew KIROC, Rahmat Indra, mengatakan kompetisi ini bagian dari Indonesia Coffee Up Battle (ICAB), yang menghadirkan roasting sebagai salah satu cabang kompetisi.
“Tahun ini diikuti sembilan peserta, dengan dukungan enam juri dan satu head judge yang bertugas mengoordinasikan serta memimpin proses penilaian,” kata Rahmat.
Ia menambahkan roasting competition merupakan perlombaan mengolah biji kopi mentah atau green bean menjadi roasted bean melalui proses sangrai dengan standar penilaian berdasarkan aturan dan regulasi yang telah ditetapkan bagi seluruh peserta.
“Para roaster selain diuji kemampuannya mengoperasikan mesin sangrai juga harus bisa memahami karakter biji kopi, mulai dari asal daerah (origin), proses pascapanen, hingga varietas kopi yang digunakan,” jelasnya.
Ada lima origin kopi dari sejumlah daerah yang disiapkan panitia dengan dua varietas utama, Robusta dan Arabika. Kopi Robusta berasal dari Temanggung, Jawa Tengah, dan Pagar Alam, Sumatera Selatan. Sementara kopi Arabika menghadirkan karakteristik khas dari sejumlah daerah penghasil kopi.
Proses roasting dijelaskan Rahmat memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas akhir minuman kopi. “Tahap sangrai berkontribusi sekitar 30 persen terhadap keseluruhan proses menghasilkan secangkir kopi berkualitas,” bebernya.
Rahmat menambahkan roasting menjadi salah satu proses penting karena di sinilah karakter kopi dibentuk. “Bagaimana kita mengolah biji kopi berdasarkan origin, varietas, dan proses pascapanennya akan menentukan hasil akhir yang disajikan kepada konsumen,” imbuhnya.
Lebih jauh, kompetisi ini juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan bisnis kopi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasil roasting dapat dipasarkan melalui skema bisnis antarpelaku usaha (B2B) maupun langsung kepada konsumen (B2C).
Para roaster selain berpeluang memasok kebutuhan kedai kopi dan warung kopi, tetapi juga mengembangkan produk kopi sangrai dengan merek sendiri.
“Kualitas roaster Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Ini bisa dilihat dari tingginya antusiasme peserta dalam berbagai kompetisi roasting, baik di tingkat nasional maupun internasional, hingga pelatihan sangrai kopi di Indonesia sangat diminati,” katanya.
Hadirnya KIROC di KRISTA InterFOOD 2026, para pelaku industri kopi diharapkan semakin termotivasi meningkatkan kompetensi, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memperluas jaringan bisnis.
Mengingat industri kopi nasional terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya dari sisi produksi dan konsumsi, kemampuan para pelaku industri dalam mengolah biji kopi berkualitas juga semakin mendapat perhatian






